Kamis, 13 Maret 2008

Boris Spassky Kunjungi Makam Fischer

Mantan juara dunia catur Uni Sovyet Boris Spassky, mengunjungi kuburan bekas lawannya, pecatur asal Amerika Serikat (AS), Bobby Fischer. Ia mengunjungi makam bekas lawannya itu Selasa (11/3/2008) waktu setempat di sebuah pemakaman kecil dekat ibukota Islandia.

Fischer, yang wafat pada usia 64 tahun bulan lalu, mematahkan perlawanan Spassky dalam sebuah pertarungan keras tahun 1972. Ia kemudian menjadi juara dunia, dan sampai sekarang masih menjadi juara dunia catur satu-satunya asal AS.

Langit bersih mengiringi langkah Spassky di antara tumpukan salju di pemakaman. Ia lalu menabur bunga di makam bekas lawannya itu sebelum menutup matanya sejenak saat berdoa.

“Apa yang Anda pikir tentang titik kehidupan berikut baginya,” ujarnya berseloroh pada reporter yang mengikutinya. Ia kemudian menambahkan, “Kita masih akan melihat apa yang akan terjadi berikutnya.”

Fischer mengalahkan Spassky dalam pertandingan ulang tahun 1992 di bekas negara Yugoslavia. Akibatnya ia mendapat sanksi dari pemerintah AS dan status kewarganegaraannya kemudian dicabut.

Ia lalu menjadi seorang warganegara Islandia setelah berkunjung ke negara kepulauan kecil di Atlantik Utara itu tahun 2005.

Bekas anak ajaib ini di sisa umurnya kemudian menghabiskan waktunya bertempur dengan penegak hukum AS. Terutama atas perlakuan negara super power itu padanya sebagai pemain catur.

Meski keturunan Yahudi, Fischer kerap terlibat dalam gerakan anti-Yahudi dan setelah serangan teroris tanggal 11 September 2001 ia menyatakan ingin melihat AS lenyap dari muka bumi.


Spassky beberapa kali dimintai komentarnya tentang bekas rivalnya ini setelah kematian Fischer. Ia mengatakan bekas lawannya itu adalah seorang pria sejati yang bisa dijadikan seorang kawan sejati.

Bekas juara dunia kelahiran Rusia yang kini menetap di Paris ini, berada di Islandia bersama istrinya untuk ikut berpartisipasi dalam pertandingan catur yang didedikasikan mengenang Fischer.

Bicara pada para reporter di Islandia, Minggu, Spassky mengatakan permainan catur kini tidak lagi sama seperti dulu.

“Dalam permainan catur modern, saya termasuk yang pesimis. Sebab, dalam pandangan saya, komputer sudah menjadi pembunuh utama permainan catur klasik.”(TO/SM)
****

Selasa, 04 Maret 2008

Magnus Carlsen, Pembabat Super Grand Master

Usianya baru 17 tahun. Tapi Magnus Carlsen terus memukau sebagai bintang baru di dunia catur.

Pada bulan Januari ia menempati peringkat pertama Corus Chess Tournament di Belanda. Dan sekarang di kejuaraan super grand master (GM) Morelia-Linares Chess Tournament, Carlson menduduki peringkat dua.

Tempat pertama masih diduduki juara dunia catur dari India, Viswanathan Anand. Anand sementara masih memimpin setelah 12 babak dengan 7,5 poin. Namun Magnus Carlsen dari Norwegia berhasil mengalahkan super GM Vaslin Topalov dari Bulgaria kemarin, sehingga memperoleh 7 poin atau cuma selisih 0,5 poin dari sang juara dunia.

Selasa (4/1/2008) waktu setempat kemarin, Anand hanya bisa bermain draw dengan Peter Leko dari Hungaria. Ini merupakan draw keempat Anand. Hal ini menunjukkan Anand berusaha memenangkan turnamen ini secara aman dan tanpa resiko. Fakta itu tak mengejutkan. Sebab jika ia memenangkan turnamen ini, sebuah turnamen paling bergensi tahun ini, langkahnya akan lebih ringan bulan Oktober depan saat bertanding mempertahankan gelar juaranya melawan Vladimir Kramnik.

Namun demikian Carlsen tak membuat tujuan Anand kali ini lebih mudah. Sudah dua kali Carlsen menempel pimpinan turnamen dengan selisih 0,5 poin. Kemenangan atas Topalov itu merupakan kemenangan Carlsen kedua di turnamen ini.

Carlsen sedikit "beruntung" saat mengalahkan Topalov. Ia menang mudah setelah Toplaov melakukan blunder sehingga rajanya terjebak dalam sebuah perangkap skak mat yang mudah. Namun hal ini juga memperlihatkan mental pecatur belia ini semakin kuat dalam turnamen perang urat syaraf ini.

Untuk kedua kalinya di turnamen ini, Carlsen dapat bangkit dan memenangkan partai setelah kalah sebelumnya. Di babak ke-7 ia juga mengalahkan Levon Arovian dari Armenia setelah dikalahkan Teimour Radjabov dari Azerbaijan di babak ke 6.

Melalui prestasinya kali ini, Magnus Carlsen sekarang sudah terlihat sebagai pecatur ancaman bagi para super GM dunia manapun, tak terkecuali Anand. Dengan hasil turnamen ini dan gelar juara di Corus awal tahun ini, Carlsen akan menempati urutan lima besar pecatur top dunia.

Berikut ini epiosode saat Carlsen mengalahkan Topalov.

Keterangan Notasi: (K: King: raja, Q: Queen: ratu, N: Knights: kuda, B: Bishop: patih/gajah, R: Rooks: benteng, p: pawn: pion/bidak)

Putih: Magnus Carlsen (2733) - Hitam: V. Topalov, (2780) [A28]
XXV SuperGM Morelia/Linares MEX/ESP (babak ke 12), 4 Maret 2008

1.c4 e5 2.Nc3 Nf6 3.Nf3 Nc6 4.d3 d5 5.cxd5 Nxd5 6.e4 Nb6 7.Be2 Be7 8.0-0 0-0 9.a4 Be6 10.Be3 Nd7 11.d4 exd4 12.Nxd4 Nxd4 13.Qxd4 c6 14.a5 Nc5 15.Qe5 Nb3 16.Ra4 Bd6 17.Qh5 g6 18.Qh6 Be5 19.Bg5 Qc7 20.Be3 Nxa5 21.f4 Bg7 22.Qh4 Bb3 23.Rd4 Rad8 24.e5 Rxd4 25.Bxd4 c5 26.Be3 f6 27.Nb5 Qd8 28.f5 fxe5 29.Bg5 Qb6



Putih memiliki dua bidak yang berada di jantung pertahanan lawan. Magnus Carlsen meneruskan serangannya: 30.f6 c4+ 31.Kh1 Qxb5 32.fxg7 Rxf1+ 33.Bxf1


Hitam semestinya melakukan konsolidasi posisi melalui 33...Qd7 or ...Qe8 (or ...Qd5). Tapi Topalov dapat memperoleh bidak ketiganya: 33...Kxg7?! 34.Bd8 Nc6?? Luar biasa, langkah ini mengarah pada skak mat. 35.Qf6+ Kg8 36.Qe6+ Kf8 37.Bg5 mengancam 38.Bh6#, so 37...Kg7 38.Qf6+ Kg8 39.Bh6 Disusul 40.Qg7 mati. 1-0.

****

Kamis, 28 Februari 2008

Berakhirnya Era Dominasi Catur Rusia

Ketika berpikir tentang catur, orang biasanya selalu berpikir tentang Rusia. Tetapi pecatur top dunia kini sudah menyebar rata: juara dunia catur sekarang berasal dari India dan juara catur dunia yunior berasal dari Mesir. Mulai tahun 1991 pula, para guru dan pecatur Rusia mulai menyebar ke seluruh pelosok dunia, tak lagi menghiraukan bagaimana dan di mana permainan catur berlangsung.

Kecuali selama tiga tahun, antara tahun 1948-2000 pecatur Rusia selalu mendominasi gelar di Kejuaraan Dunia Catur. Pengecualian hanya terjadi pada tahun 1972 ketika pecatur Amerika Serikat (AS), Bobby Fischer –yang meninggal bulan lalu di Islandia pada usia 64 tahun— merampas gelar juara dunia dari Boris Spassky.

Saat kemenangan itu dirayakan sebagai sebuah era perubahan dominasi budaya Perang dingin, Fischer terus berada di puncak, sampai ia menolak mempertahankan gelarnya tahun 1975. Maka setelah tiga tahun gelar juara dunia kembali ke pecatur Rusia, Anatoly Karpov. Dominasi itu terus berlangsung hingga akhir abad 20.

Kemenangan panjang dan berturut-turut itu barangkali tak terlalu mengherankan. Bagi negara Uni Sovyet, catur adalah politik.

“Uni Sovyet memang bertujuan mendominasi catur dunia,” kata sejarawan plus guru catur yang tinggal di New York, Christopher Maksymowicz. “Tekad itu diumumkan sejak masa Joseph Stalin. Alasannya, hal itu merupakan wujud superioritas Uni Sovyet atas Barat, atas sistem kapitalisme.”

Tak mengherankan bila akademi-akademi catur kemudian tumbuh subur di Uni Sovyet, sehingga ada jaminan pada usia muda seorang pecatur sudah menjadi pemain andal. Sumber daya negara Uni Sovyet dimobilisasi besar-besaran guna mendukung juara dunia catur seperti Mikhail Botvinnik, Tigran Petrosian, dan Garry Kasparov. “Jika anda seorang pecatur handal, anda tak perlu hidup seperti rakyat biasa,” kata Maksymowicz.

Namun, berakhirnya era Perang Dingin berdampak juga pada dominasi catur yang disponsori negara Uni Sovyet. Sejak tahun 1990an, cucuran dana subsidi ke akademi catur mulai distop, akademi catur juga banyak yang ditutup.

“Perubahan politik di Rusia memiliki dampak begitu luas pada permainan catur. Banyak pecatur berbakat dan ahli catur kemudian memutuskan pindah ke seluruh pelosok dunia pada tahun-tahun itu,” kata Bill Hall, Direktur Federasi Catur AS. “Mereka memang tak bermaksud jadi terkenal di negara macam Afrika dan India. Tapi inilah saat yang tepat untuk bermain dan belajar bersama mereka. “

Diaspora pecatur itu kemudian memiliki dampak pada dominasi catur Rusia di tingkat dunia.

Juara dunia catur sekarang misalnya, Viswanathan Anand, adalah seorang penduduk asli India. Ia berhasil mengalahkan juara sebelumnya Alexander Khalifman pada tahun 2000. Namun tak lama kemudian gelar itu copot lagi. Anand baru erhasil meraih gelar yang dulu ia rebut itu pada 2007 saat ia berhasil mengalahkan Vladimir Kramnik. Pecatur India lainnya, Krishnan Sasikiran, sekarang tercatat di posisi ke-39 dalam daftar peringkat Federasi Catur Dunia (FIDE).

“Bagi standar pecatur non-Rusia, India sudah sangat bagus,” kata Anand seperti dikutip Financial Times edisi Januari.

Oleh karenanya, India memang harus berterimakasih pada Anand. Berkat Anand India sekarang memiliki kesempatan di catur dunia. Arvind Aaron dari Federasi Catur Seluruh India mengungkapkan saat Anand berhasil menyabet juara dunia pertamanya bulan Desember 2000 di Teheran Iran, catur “tidak masuk hitungan” sebagai rencana pengembangan olahraga di India.

“Pada musim panas 2001, akademi catur mulai bermunculan. Turnamen bagi pecatur muda juga digelar. Semua ini mendapat sambutan luar biasa dari seluruh India,” kata Aaron. “Ini berkat kemenangan Anand.”

Dominasi Rusia juga terputus di tingkat yunior. Pada tahun 2007, pecatur Mesir berusia 19 tahun, Ahmed Adly, menjadi warga Afrika pertama yang memenangkan gelar Juara Dunia Catur Yunior.

“Catur tidak populer di Mesir. Tugas utama saya sebagai juara dunia adalah menolong bangsa saya memahami keindahan catur,” kata Adly ke ChessBase News. “Impian saya sekarang adalah memopulerkan catur di Mesir.”

Beberapa tahun terakhir, China juga menghasilkan beberapa pecatur muda berbakat. Ang Yue, pemain paling top di China sekarang, memperoleh gelar Grandmaster (GM) saat usia 17 tahun. Sekarang pada usia 21 tahun, ia menempati peringkat 25 FIDE.

Pecatur muda China lainnya Wang Hao (19) kini juga tengah menapak. Ia sudah memperoleh gelar master internasional (MI), satu langkah menuju gelar GM. Hao kini tercatat di peringkat tiga pecatur yunior dunia.

Sama seperti halnya Sovyet, China kini mengadopsi pendekatan politik untuk mengembangkan bakat-bakat pecatur. Tak heran bila China kini keranjingan menjadi sponsor turnamen catur, termasuk mendatangkan grandmaster Rusia serta menyediakan hadiah uang cukup besar. Ini dilakukan China sebagai jalan pintas agar pecatur-pecatur belianya mendapat pengalaman di tingkat internasional.

Pendeknya, kekuatan catur dunia kini sudah mulai tersebar. Namun demikian Rusia masih menjadi acuan, jika tak mau dibilang masih sebagai pusat catur dunia.

Buktinya, delapan orang dari 10 pecatur top dunia menurut rangking FIDE masih datang dari bekas negara Uni Sovyet. Mayoritas peringkat 100 pecatur dunia juga masih didominasi nama-nama Rusia, meski kini tak lagi otomatis mereka berwarganegara Rusia.

Gata Kamsky, pemain catur top Amerika Serikat (AS), misalnya, adalah penduduk asli Siberia, Rusia. Grandmaster Spanyol Alexei Shirov, peringkat ke-7 dunia, lahir di Latvia, bekas wilayah Uni Sovyet.

“Maka, jangan kita lupakan bahwa Rusia masih mendominasi catur,” kata Aaron.

Migrasi pemain top Rusia selama tahun 1990 hingga awal 2000, secara tak sengaja turut mendorong perangkat yang memberi sumbangan bagi peta baru persaingan catur dunia: penggunaan perangkat lunak catur di komputer-komputer pribadi.

“Mesin catur” dengan nama seperti Fritz dan Rybka membuat para pengguna komputer pribadi belajar cepat tentang pembukaan, menganalisa kompleksitas posisi bidak, dan melatih pilihan strategi dalam catur cepat. Namun demikian, dampak positif dari program ini tak akan terasakan langsung tanpa diaspora atau penyebaran pecatur Rusia baru ke berbagai pojok dunia.

“Data komputer memiliki pengaruh besar. Anda sekarang bisa belajar tentang pembukaan baru dan mengalisa permainan. Program komputer ini dapat mengurangi kesalahan yang Anda buat,” kata Hall. “Teknologi ini bisa digunakan oleh siapa saja. Tergantung pada tingkat permainan yang Anda inginkan.”

“Inilah sebabnya mengapa sekarang bisa lahir seorang pecatur grandmaster dalam usia 12 tahun. Bobby Fischer sendiri baru mencapai gelar itu pada umur 15,” kata Maksymowicz. “Program Fritz untuk catur sama seperti halnya NASCAR bagi pengemar balapan.”

Agaknya, cepat atau lambat, ketika dunia berpikir tentang catur, mereka juga akan berpikir tentang India atau China sebelum berpikir tentang Rusia. Dan, barangkali mereka juga akan memikirkan Fritz... (AT/SM)

****

Rabu, 27 Februari 2008

Leonardo Da Vinci Ilustrator Catur Pertama

Leonardo Da Vinci, pelukis ‘Perjamuan Terakhir’ alias The Last Supper lagi-lagi bikin kejutan.


Baru-baru ini para peneliti meyakini Leonardo Da Vinci merupakan pelukis ilustrasi buku pertama tentang bagaimana bermain catur, yang baru saja ditemukan dalam sebuah manuskrip tua Italia yang telah lama menghilang.

Da Vinci merupakan kawan dekat ahli matematika Italia sekaligus pendeta Fransiscan, Luca Pacioli, penulis manuskrip yang baru saja ditemukan tersebut.

Menurut para ahli, Pacioli menulis buku –sebuah buku kumpulan permainan berjudul “De ludo scacchorum” yang baru dtemukan tahun lalu— itu pada tahun 1.500.

Notasi permainan ini amat mirip dengan permainan catur yang kini bisa ditemui di koran-koran serius macam The Guardian atau The New York Times.

Sejauh ini, tiga halaman manuskrip itu telah dipublikasikan ke publik. Halaman itu menunjukkan gambar diagram atau papan catur yang dilukis secara hati-hati. Masing-masing halaman itu menampilkan sebuah soal permainan catur, yang digambarkan Pacioli melalui sebuah solusi skak mat dalam rangkaian gerakan bidak-bidak catur.

Raja, ratu, gajah dan kuda digambarkan melalui simbol-simbol berbeda dan diberi warna hitam dan merah menyala. Perbedaan simbol itu memperlihatkan gambar ini dikerjakan secara serius oleh seorang seniman secara hati-hati.

Para ahli sendiri meyakini gambar-gambar di manuskrip tua itu dilukis oleh Leonardo Da Vinci. Namun untuk lebih meyakinkan, mereka berencana bertemu dengan koleganya di Amerika untuk bertindak sebagai penilai independen.

Manuskrip tua ini sendiri ditemukan setahun lalu di antara ribuan naskah tua dalam sebuah perpustakaan pribadi di Gorizzia, timur laut Italia.

Pacioli dan Leonardo Da Vinci telah sering terlibat kerjasama untuk beberapa pekerjaan pada tahun 1.500. Da Vinci merupakan ilustrator karya matematika legendaris temannya itu saat menemukan Rumus Tuhan: Proporsi Abadi (De Divina Proportione).

Bagi pembaca buku "Da Vinci Code" karangan Dan Brown, tentu faham tentang rumus Proporsi Abadi. Proporsi ini merupakan rumus Tuhan untuk membuat proporsi tubuh manusia yang dilukis secara jenial oleh Leonardo Da Vinci.

Diduga, Leonardo mengerti permainan catur dan kemungkinan besar ia juga sering memainkannya.

Ia memiliki sebuah referensi untuk istilah teknis dalam permainan catur yang bisa didapati dari naskah-naskah yang pernah ia buat.

Salah satu naskah Da Vinci tentang catur yang dapat diselamatkan itu berada dalam buku "De ludo scacchorum."

Dan, jika kemudian dugaan para peneliti benar bahwa lukisan itu merupakan buah tangan Leornardo Da Vinci, maka naskah tua itu harganya akan tak ternilai.

****

Senin, 25 Februari 2008

Jawaban Teka-Teki (2)

Beberapa jawaban sudah masuk untuk soal ini. Dan jawaban kuis sederhana ini umumnya benar. Selamat sekali lagi!!!

Solusi atas soal ini merupakan pemecahan soal yang pernah digunakan oleh Boden.

Jawaban:
1. Qxc6+ bxc6 2. Ba6#

Keterangan Notasi
K: King/raja
Q: Queen/Ratu
N: Knights/Kuda
B: Bishop/Patih/Gajah
R: Rooks/Benteng
p: pawn/pion

Terimakasih.

pengasuh
in chess we trust

Kamis, 21 Februari 2008

Manusia Catur

Fischer menjadi detonator bagi ide-ide baru di dunia catur. Seorang revolusioner yang revolusinya sampai sekarang masih berlangsung.

Oleh: Garry Kasparov,
Majalah Time edisi 26 Januari 2008

Sulit dilukiskan secara pasti reaksi saya saat pertama kali mendengar nama Bobby Fischer. Namun namanya sudah saya dengar saat saya masih kecil. Ketika dia mengalahkan Boris Spassky dan merebut gelar juara dunia tahun 1972, saya masih seorang pecatur ingusan berumur 9 tahun di daerah asal saya, Baku, Uni Sovyet.

Saya memang mengikuti pertandingan yang berlangsung. Koran-koran mewartakan secara besar-besaran pertandingan itu, meski belakangan semua pembaca sadar juara dunia Sovyet akhirnya kalah. Buku Fischer berjudul ”My 60 Memorable Games” adalah salah satu buku catur pertama saya. Buku ini sendiri diterjemahkan dalam bahasa Rusia tanpa mengindahkan hak penulis akan royalti.

Pada tahun 1970-an, pelatih saya, Alexander Nikitin, membuat alur untuk menyusuri kemajuan catur saya ssmbil membuat sejumlah target yang harus saya capai. Elo rating di atas 2.500 adalah gelar grand master, elo rating 2.600 berarti saya masuk 10 besar dunia, sedangkan elo 2.700 artinya saya akan masuk ke lingkaran juara dunia. Dan di puncak itu semua adalah Bobby Fischer, dengan elo rating tertinggi 2.785.

Saya kemudian menjadi juara dunia pada tahun 1985. Tetapi visi Nikitin benar. Saya harus bekerja keras. Saya sendiri harus bermain selama empat tahun penuh untuk melewati elo rating yang dibuat Fischer.

Sikap Fischer di papan catur atau di luar permainan menunjukkan ia praktis tak memiliki lawan yang setara kuatnya.

Sebelum Fischer, tak seorang pun pecatur siap bermain mati-matian untuk setiap partai. Sebelumnya tak ada seorang pun yang mau menghabiskan waktunya di dekat jarum jam catur untuk mendorong catur ke sebuah tingkat yang sama sekali baru.

Namun Fischer melakukannya. Fischer menjadi detonator bagi ide-ide baru di dunia catur. Seorang revolusioner yang revolusinya sampai sekarang masih berlangsung.

Pada masa kejayaan Fischer, setiap turnamen ia menangkan semua. Di Pusat Klub Catur Moscow, para pemain catur top Rusia memerlukan berkumpul untuk menganalisa strategi Fischer saat mengalahkan pecatur top Rusia, Mark Taimanov.

Seseorang grand master memperkirakan semestinya Taimanov menang karena ia memiliki kekuatan di pergerakan ratu. Namun David Bronstein, seorang penantang juara dunia tahun 1951, membantahnya: “Ah, kita tidak tahu persis apa yang akan Fischer lakukan.”

Tak lama kemudian, lembaga olahraga Sovyet memanggil Taimanov dan para master catur lain untuk mendiskusikan ketidakmampuan Taimanov mengalahkan pecatur Amerika. Bagaimana ia bisa gagal? Apakah ia tak tahu dia seorang pecatur yang dipilih mewakili negara? Boris Spassky akhirnya angkat bicara: “Saat kita semua kalah dari Fischer, apakah kita juga akan menginterogasi Fischer kenapa dia bisa terus-menerus menang?”

Setelah Perang Dunia ke-II, Amerika tidak memiliki tradisi catur yang kuat. Di sana tradisi catur amat lemah, terbatas pada beberapa sekolah yang mendidik bakat-bakat muda. Sehingga bagi seorang pecatur Amerika, untuk mencapai level kejuaraan dunia di tahun 1950-an menunjukkan sebuah dedikasi pribadi yang luar biasa.

Kebangkitan Fischer mengatasi mesin catur Sovyet, yang berpuncak pada kemenangan Fischer atas Spassky di Reykjavic, Iceland, tahun 1972, tentunya membutuhkan upaya luar biasa besar.

Fischer sendiri memutuskan melepas gelar juara dunia caturnya tahun 1975. Pengunduran dirinya di masa lalu itu telah mempermalukan Uni Sovyet, yang saat itu diwakili oleh sosok Anatoly Karpov.

Akibat tindakan itu, Fischer mengalami isolasi dan kemurkaan. Fischer tak pernah bermain lagi hingga tahun 1992 saat mengalahkan kembali Spassky dalam pertandingan ulang yang diadakan secara rahasia. Setelah itu ia makin jarang bermain di depan publik.

Seperti telah mendapat restu dewa catur di pegunungan Olympus, ia tak lagi menemukan sebuah tujuan baru untuk melampiaskan kekuatan dan gairahnya pada catur.

Saya sering ditanya apakah saya pernah mendapat kesempatan bermain dengan Bobby Fischer. Jawabannya adalah tidak. Saya memang tidak pernah mendapat kesempatan itu.

Namun, meski ia kerap memandang saya sebagai bagian dari komplotan iblis kemapanan catur (FIDE) yang telah merampok gelarnya dan mencurangi dia, saya harus meminta maaf karena tak pernah punya kesempatan untuk menyampaikan ucapan terimakasih atas sumbangan pribadinya bagi olahraga catur.

Belakangan ini, banyak penulis mempersoalkan melenyapnya Fischer dan mentalnya yang labil. Beberapa menyalahkan dia atas keputusan menolak mempertahankan gelar juara dunianya, dengan menyebutnya sebagai sebuah tindakan blunder yang bodoh. Penekanan terlalu kuat terhadap orang yang pernah berada di puncak, selalu mengundang resiko.

Saya sendiri lebih suka mengenang sumbangan dan pencapaian globalnya ketimbang menelisik tragedi kehidupan pribadinya. Adalah sebuah keadilan bahwa Fischer menghabiskan hari-hari terakhir kehidupannya di Iceland, tempat bersejarah yang membuatnya menjadi pecatur terbesar dunia. Di sana ia akan selalu mengenang dan mencintai jalan terbaik yang pernah ia pilih: menjadi seorang pemain catur...

Gary Kasparov, penulis buku “How Life Imitates Chess,” peringkat pertama catur sejak tahun 1985 sampai mengundurkan diri tahun 2005.

Selasa, 19 Februari 2008

Obituari Bobby Fischer














Bobby Fischer, seorang pecatur antikemapanan, meninggal 17 Januari lalu, dalam usia 64 tahun.

The Economist

edisi 24 Januari 2008

Banyak orang datang untuk bertemu Bobby Fischer. Dan dia selalu siap menemui mereka. Dalam kopernya ia selalu menyimpan botol-botol berisi pil vitamin, obat herbal dan sebotol jus jeruk besar. Itu ia lakukan dalam upaya mengusir racun makanan yang biasa ia santap.

Benda-benda kenangan bersejarah miliknya –notasi pertandingan, album foto, surat dari Presiden Nixon—tersimpan aman di belakang laci penyimpanan yang memiliki dua kombinasi 10 angka di ruang khusus penyimpanan Pasadena, California.

Pada akhirnya, seperti yang ia ungkapkan saat menjadi host bincang-bincang radio di Hungaria dan Filipina, hal itu tak bisa menyelamatkan rahasianya dari Rusia, kaum Yahudi, atau “mata-mata CIA yang bekerja untuk Yahudi.” Namun, setidaknya, ia sudah mencoba.

Ia juga pernah mencoba berhenti main catur. Sebelum mendapat gelar juara dunia setelah menumbangkan Boris Spassky di Reykjavik tahun 1972, ia sempat menepis kamera TV dengan tangannya. Ia merasa sorot kamera itu terlalu terang, membuat pantulan cahaya di papan catur.

Fischer terus menolak dokumentasi TV sampai ia berhasil memenangkan pertandingan pertama dari tujuh kemenangan berturut-turutnya di hadapan penonton. Pada babak ketiga ia juga sempat mendesak menggunakan ruangan kecil, di mana ia bisa berpikir lebih tenang.

Ia memang selalu bermain bagus dalam suasana suram. Dalam pertandingan bersejarah itu, ia seperti mengalami kelahiran baru di alam semesta: ruang kaca Marshall Chess Club di New York City, ketika seorang bocah kabur dari sekolah untuk menghabiskan paginya membaca buku catur lama yang memuat pertandingan abad 19. Pada sebuah meja di Perpustakaan Umum New York, Fischer biasa tenggelam berjam-jam mendalami sejarah, pembukaan dan strategi catur.

Atau, saat ia berjalan-jalan ke rumah kerabat di kawasan Broklyn, tempat ibu dan saudara perempuannya tinggal, ia akan menyusun papan catur di samping kasur, hingga lupa matahari sudah lama tenggelam saat ia asyik melawan dirinya sendiri.

Jika anda bisa melihat ke dalam otaknya, seperti juga harapan lawan-lawan bermainnya, anda akan menemukan keutamaan penyerangan dan bertahan setiap saat ia melangkah. Mungkin, lewat sebuah gerakan langsung benteng atau manuver gajah/patih. Atau kombinasi keduanya seperti pembukaan favoritnya, pembukaan Ruy Lopez.

Atau melalui bayang-bayang ratu untuk melindungi setiap gerak pion dalam versi “beracun” Sisilia, atau ribuan varian lainnya. Di Reykjavik, saat Boris Spassky yang mendapat nasihat dari 35 grand master Rusia, Fischer hanya mengandalkan sebuah buku catatan dan tak memiliki penasehat ahli. Ia cuma bermodal tampang sedih serta kecerdasan pikiran. Dan, ia menang.

Kemenangan itu membuatnya menjadi pahlawan pada era perang dingin. Ia mewakili seorang pecatur individual kaya trik saat berhadapan dengan pecatur yang menjadi mesin kenegaraan. Dan Amerika berhasil mempermalukan Uni Sovyet dalam permainan favorit bangsa itu.

Permainan Fischer memang elegan dan kejeniusan sudah nampak pada masa mudanya: ia meraih gelar grand master pada usia 15 tahun dan 20 kali menang berturut-turut di tingkat kejuaraan dunia 1968-1971. Namun Fischer tetap saja seorang pecatur tampan yang antikemapanan.

Tujuan utamanya bermain catur, seperti sering Fischer ungkapkan, tidak hanya untuk memenangkan pertandingan. Tapi juga untuk menghancurkan pikiran lawan sebelum pikiran lawannya sempat menggeliat. Tujuan lainnya, dalam gaya hidup kapitalis, adalah untuk menjadi kaya raya.

Atas desakan Fischer pula, hadiah uang di kejuaraan dunia catur bertambah dari 1.400 $US menjadi 250.000 $US. Saat melakukan pertandingan ulang dengan Boris Spassky tahun 1992, yang juga ia menangkan, Fischer bisa mengantungi uang hingga 3,5 juta $US. Di beberapa turnamen catur sesudahnya, termasuk di Qatar atau Cesar Palace, ia juga menerima uang penampilan saat penonton melihat permainannya.

Mengikuti turnamen catur adalah cara Fischer. Apalagi setelah pada tahun 1975 ia menolak bertanding sehingga gelar juara dunia caturnya dicopot. Belakangan ia banyak membuat pernyataan kontroversial sehingga menambah deretan musuh baru baginya. Sampai-sampai menjelang akhir hidupnya, hanya pulau Islandia --yang terkenal dingin-- yang masih mau menerima kehadirannya.

Apa yang menjadi kesalahan utama Bobby Fischer sampai sekarang masih menjadi perdebatan. Kombinasi kecerdasan dan disfungsi sosial pada masa kanak-kanak sempat membuat ia diduga menderita autis. Namun ia tumbuh seperti anak normal lainnya: menikmati komik Superman dan sering menonton pertandingan hockey.

Ia tumbuh di era tahun 1960 saat Gereja Tuhan Sedunia berkembang. Dari sini pula barangkali ia belajar membenci dan menolak kaum Yahudi, meski ia sendiri keturunan Yahudi. Ibu kandungnya keturunan Yahudi totok. Ibunya sempat membawa dia ke psikolog karena dianggap memiliki kelainan akibat perhatiannya pada catur, sampai-sampai Fischer selalu membawa papan catur ukuran saku di kantungnya saat makan malam keluarga.

Kemungkinan lain –seperti pernah disampaikan beberapa orang— ia gusar saat melihat sambutan dingin pemerintah Amerka ketika ia mengalahkan Spassky kedua kalinya dalam sebuah pertandingan ulang tahun 1992. Padahal ia harus bermain diam-diam alias penuh kerahasiaan di bekas negara Yugoslavia.

Fisecher pernah menyatakan pemerintah Amerika ”bertanggungjawab” bila ia mati. Ia juga menyebut serangan teroris tahun 2001 ke World Trade Center sebagai ”kabar bagus.” Setelah semua jasa-jasanya di dunia catur, untuk pertama kalinya, air dingin, bak menyapu jejak-jejak kebaikannya yang tertera di atas pasir.

Barangkali, pada akhirnya, kesulitan-kesulitan itu muncul karena: catur itu --seperti sering ia ungkapkan-- adalah kehidupan. Tidak yang lain.

Fischer memang tidak terlalu bagus untuk hal lain. Tidak pada saat ia duduk di bangku sekolah, tidak juga saat ia mengerjakan profesi lain. Ia juga tak pernah menikah. Ia hanya menaruh perhatian serius setiap menit hidupnya pada keberadaan 32 buah bidak catur di 64 kotak hitam-putih. Ia bermimpi memiliki sebuah rumah di kawasan Beverly Hills yang dibangunnya dari hasil memindahkan sebuah benteng.

Tanpa manafikan latar belakang ini, ia tetap salah satu pecatur dunia paling kreatif. Tak seorang pun bakal melupakan permainan caturnya yang mengambarkan taktik jenialnya.

Kebanyakan kejuaraan dunia sekarang, klaim Fischer, merupakan hasil penataan baru, membuktikan bahwa ”catur tua” sudah mati. Semua permainan tingkat tinggi kini mengarah ke hakekat catur.

Ia memperkenalkan sebuah versi baru, Fischer Random, saat buah hitam memiliki kans menang walau tertinggal satu langkah dari putih. Ya, garis itu kembali dihidupkan Fischer sekaligus mengingatkan aturan klasik catur: menyerang, bertahan, memakan, dan melakukan pengorbanan.

Kemenangan catur pada akhirnya adalah akumulasi seluruh upaya yang telah dikeluarkan. Dari sisi ini, dan dari peperangan yang ia kobarkan, Fischer tak pernah berusaha lari.

****