Tampilkan postingan dengan label soeharto. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label soeharto. Tampilkan semua postingan

Rabu, 02 April 2008

When Death Angel Refused Draw Offering Indonesian Dictator

Indonesia Dictator had the power for 32 years, Soeharto (87), on Sunday early afternoon, finally surrendered. On Monday (27/1/2008) this afternoon, Soeharto was buried in the Giribangun palace, Solo.

After tree weeks, this five-star general tried to extend time with the death. If we compared with the game of the chess, Soeharto want to play draw with angel of the death.

Since being treated in the Pusat Pertamina Pusat Hospital, early January 2008, Soeharto indeed refused to die. Various aspects of mystique and knowledge "kanuragan" he mobilized to keep the death although clinically he in fact has died.

For weeks, millions of casualties and the family of Soeharto human rights of violation casualties, witnessed very anxiously. Yes, he was the mass murder brain of the civilian in 1965, the slaughter of the mosque activist in Tanjung Priok 1986 until kidnapping of the student's activist this 1998, was trying to reach an agreement with angel of the death.

Unfortunately, the angel of death could not be bribed. Finally, the kidnapping brain of the student's activist this 1998 closed his eyes. This happen after weeks the Indonesian people witnessed with the feeling of compassion him dying Soeharto.

A mother of two children in the Tebet region, Dhini (43), two last week mentioned that Soeharto dying was the lesson for whom still alive. Since two last week Dhini indeed took the Soeharto conclusion clinically has died. However, his refusal in death made him rust till three weeks.

According to Dhini, ordered the Lord through the angel of death to show off him Soeharto to the Indonesian people till three weeks more, very clear and very bright.

By making Soeharto be tortured for three weeks, this was the momentum for the Lord to warn Indonesian humankind in order to stop corruption and stopped crushed.

Like the game of the chess, Soeharto has indeed tried ask for draw with the death.

Unfortunately, the offer was refused. After be ashamed of and torturing Soeharto through the long game, the angel of death launched his final step: check mate!

***

Senin, 28 Januari 2008

Saat Elmaut Menolak Tawaran Draw Soeharto

Diktaktor yang pernah berkuasa selama 32 tahun, Soeharto (87), akhirnya menyerah pada sang elmaut. Senin (27/1/2008) siang tadi, jasad Soeharto dimakamkan di Astana Giribangun, Solo.

Selama berpekan-pekan, jendral berbintang lima ini telah mencoba mengulur waktu dengan maut. Bila diibaratkan permainan catur, Soeharto ingin bermain draw (remis) dengan elmaut.

Sejak dirawat di Rumah Sakit Pusat Pertamina Pusat awal Januari 2008, Soeharto memang telah menolak mati. Berbagai aspek mistik dan ilmu kanuragan ia kerahkan untuk menahan kematian meski secara klinis ia sebenarnya sudah wafat.

Selama berminggu-minggu jutaan korban dan keluarga korban pelanggaran hak asasi manusia Soeharto, menyaksikan dengan was-was. Ya, otak pembunuhan massal 500.000 – 1.000.000 warga sipil tahun 1965, pembantaian aktivis masjid di Tanjung Priok 1986, hingga penculikan aktivis mahasiswa tahun 1998 ini, mencoba berdamai dengan sakaratul maut.

Sayang, malaikat pencabut nyawa tak bisa disuap. Akhirnya, otak penculikan aktivis mahasiswa tahun 1998 ini menutup mata. Itupun setelah berpekan-pekan rakyat Indonesia menyaksikan dengan rasa iba sekaratnya Soeharto.

Seorang ibu dua anak di kawasan Tebet, Dhini (43), dua pekan lalu menyebut sekaratnya Soeharto merupakan pelajaran bagi yang hidup. Sejak dua pekan lalu Dhini memang sudah mengambil kesimpulan Soeharto secara klinis sudah mati. Namun, penolakannya untuk mati pada elmaut, telah membuat ia sekarat hingga tiga pekan.

Menurut Dhini, pesan Tuhan melalui malaikat maut untuk mempertontonkan sekaratnya Soeharto ke rakyat Indonesia hingga tiga pekan lebih, amat jelas dan terang benderang. Dengan membuat Soeharto tersiksa selama tiga pekan, ini merupakan momentum bagi Tuhan untuk memperingatkan manusia Indonesia agar berhenti korupsi dan berhenti menindas.

Ibarat permainan catur, Soeharto memang sudah mencoba meminta draw dengan elmaut. Sayang, tawaran itu ditolak.

Setelah mempermalukan dan menyiksa Soeharto melalui permainan panjang, sang elmaut melancarkan jurus pamungkasnya: skak mat!

Dan, Soeharto pun menyerah….

***