Tampilkan postingan dengan label catur indonesia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label catur indonesia. Tampilkan semua postingan

Selasa, 10 Juni 2008

Ketika Hip-Hop, Seni Bela Diri dan Catur Bersua

Bagaimana seni musik Hip-Hop, seni bela diri dan catur bergabung? Jangan heran. Bagi RZA, pendiri grup musik rap Wu-Tang Clan, ketiga hal itu bisa bersatu secara harmonis.

Rapper RZA, pendiri Wu Tang Clan, tengah duduk di kamarnya di lantai 48 Hotel Mandarin Oriental yang persis menghadap Central Park. Ia tengah menikmati permainan catur di atas meja kaca transparan. Tangannya terlihat membeku beberapa inci di atas papan saat ia melihat dengan teliti langkah catur lawannya.

Catur memang memiliki peran penting dalam proses kreatif grup rap Wu-Tang Clan. Lagu-lagu yang dgubah banyak berbicara tentang permainan catur. Dalam “The Wu Tang Manual,” sebuah buku terbitan 2005 yang bercerita tentang anggota kelompok musik rap ini, RZA (dibaca RIZa) menulis catur merupakan bagian mendasar Wu-Tang. “Karena ini merupakan permainan perang –tentang medan pertempuran. Dan, Wu-Tang dibangun dari pertempuran, dengan cara saling menantang setiap orang.”

RZA, 38 tahun, mempelajari permainan catur sejak usia 11, dari seorang gadis yang, seperti ia tulis dalam bukunya, juga merampas keperjakaannya. Ia dan saudara sepupunya GZA, salah seorang pendiri grup rap ini, sama-sama menyukai catur. Namun mereka tidak terlalu sering bermain catur pada saat kecil karena, seperti dikatakan GZA, mereka terlalu miskin untuk memiliki sendiri sebuah papan catur.

Sekarang, hampir setiap hari mereka bermain catur. RZA sendiri memberikan sabuk Hip-Hop Chess Federation, sebuah penghargaan yang mulai diadakan tahun lalu di San Fransisco. Ia juga mengundang para rapper dan ahli seni bela diri ambil bagian dalam turnamen itu.

Pada hari Senin (6/6/2008) lalu, ia mulai membuat WuChess (wuchesss.com), sebuah website yang bisa digunakan para penggemarnya bermain catur secara online. RZA mengatakan situs itu akan menggelar turnamen catur sekali dalam sebulan. Pemenang turnamen online ini akan mendapat kehormatan melawan dirinya.

“Sungguh. Manfaat yang anda dapat dari catur sangat baik karena setiap hari anda dipaksa terus berpikir,” kata RZA. “Hal ini secara khusus juga bermanfaat bagi para saudara kami yang tinggal di komunitas urban yang tak pernah melihat sisi lain, dan tak pernah mencoba berpikir dari sudut pandang lain.”

Selama beberapa tahun terakhir, kelompok rap Wu-Tang telah memasukkan permainan catur dalam lirik-lirik musiknya.

Pada tahun 2005, mereka menamai albumnya “Grandmaster.” Judul lagu-lagu yang direkam juga menunjukkan kecintaan RZA pada catur dengan memasukkan istilah-istilah utama dalam catur seperti: “Opening,” “Destruction of a Guard,” “Exploitation of Mistakes,” “General Principles,” “Advance Pawns,” “Queen’s Gambit,” “Unstoppable Threats,” “Unprotected Pieces” dan “Smothered Mate.”

Video lagu “General Principles” juga dimulai dengan sebuah permainan catur dengan bidak-bidak raksasa.

Sementara pada akhir lagu “Queen’s Gambit,” terjemahan bebas syair rap GZA berbunyi:

Saya ingin menjadi catur
Karena catur permainan liar, hanya ada kebenaran, sebagai hasil akhir
Sebuah hobi hebat, bermain catur
Papan, bidak-bidak, kolom, gerakan
Kau tahu, perang, menjebak, berpikir, strategi
Berencana, musik, inilah hip-hop, dan olahraga
Inilah hidup, inilah kenyataan

Dan, setelah 10 menit bermain di kamar hotelnya dan pertandingan menunjukkan akan berakhir draw, RZA mulai melakukan perlawanan keras. Namun tak lama kemudian Raja-nya mulai terkunci.

Lawan mainnya, kolumnis catur The New York Times, makin menekan RZA dengan menggunakan benteng ke bagian bawah papan, mendesak sebuah skak mat. RZA tertawa dan memberi kemenangan bagi lawannya, sebuah perang yang indah... (NYT/SM)

****

Minggu, 08 Juni 2008

Mematikan Lawan dalam 3 Langkah (4)


Giliran putih memulai penyerangan. Dalam tempo tiga langkah, Raja hitam bakal mengalami skak-mat.

Silahkan memecahkan persoalan. Jawaban akan diberikan pekan depan.
Pengasuh in chess we trust


Minggu, 01 Juni 2008

Jawaban Teka-Teki (3)

Berikut jawaban teka-teki (3) cara membunuh lawan dalam tiga langkah:
1. ..... Qf2-g1+
2. Re1xg1 Nh3-f2+
3. Kh1-g2 Bc8-h3#!

Keterangan Notasi
K: King/raja
Q: Queen/Ratu
N: kNights/Kuda
B: Bishop/Patih/Gajah
R: Rooks/Benteng
p: pawn/pion

Terimakasih.

pengasuh
in chess we trust

Rabu, 28 Mei 2008

Catur adalah Perang















“Catur adalah perang di atas papan. Tujuan utamanya menghancurkan pikiran lawan.” (
Bobby Fischer)

Perang, menurut para peneliti di Swedia dan Australia, sama seperti catur. Tak mengherankan jika para peneliti menggunakan catur untuk meningkatkan kemampuan militer dalam perang sungguhan. Terlebih, militer tak selamanya bisa melihat apa yang dilakukan lawan.

Pada abad ke tujuh, sebuah permainan baru lahir di India. Beberapa bidak di permainan ini menggunakan istilah perdana menteri, gajah, perwira, prajurit, pasukan berkuda dan raja. Permainan ini semula disebut chaturanga. Sekarang permainan ini dikenal sebagai permainan catur dan sebuah permainan perang. Bila dulu seluruh variasi catur secara historis menunjukkan taktik pertempuran untuk memunculkan strategi baru, hingga sekarang pandangan itu belum berubah.

Tim peneliti di sekolah pertahanan nasional di Stockholm dan organisasi ilmu pengetahuan pertahanan Australia mempelajari catur lebih jauh untuk memahami bagaimana permainan ini memberi keuntungan dan kesuksesan di bidang militer. Di Swedia, para peneliti menggunakan pecatur sungguhan. Di Australia, para peneliti yang dibiayai oleh militer menganalisa ribuan pertandingan catur virtual.



Tanpa perlu mengucurkan darah, permainan catur berusaha diterapkan dalam teori perang modern. “Kemiripan permainan catur dengan situasi perang sungguhan memang memenuhi banyak aspek,” kata Jan Kuylenstierna, salah satu peneliti Swedia. “Catur melibatkan sebuah semangat perjuangan. Dan istilah-istilah dasar dalam pertempuran seperti menyerang, bergerak dan bertahan.”

Dengan mempelajari catur dan kalkulasi langkah abstrak untuk melakukan skak, para peneliti dapat memahami kekacauan situasi dalam peperangan dan mengidentifikasi faktor-faktor utama yang memenangkan peperangan. “Kekuatan penelitian ini adalah pada tingkat pendekatan abstrak,” kata Jason Scholz, ketua tim periset Australia.

Tim peneliti juga memperlajari standar permainan catur. Dengan memodifikasi variabel kunci, seperti jumlah gerakan dalam tiap putaran, atau pemain dapat melihat seluruh bidak lawan, mereka menyelidiki kaitan penting sebagai faktor utama menerjemahkan situasi pertempuran. Misalnya keunggulan jumlah bidak, keunggulan tempo permainan cepat dan penggunaan serangan tersembunyi.

“Semua menunjukkan fakta bahwa terdapat faktor utama dalam perang gerilya yang juga sama pentingnya. Orang-orang juga berdiskusi tentang kekuatan faktor kecepatan operasi, dan hal-hal sejenis,” kata Greg Calbert, seorang ahli matematika dalam tim Scholz. “Namun hingga kini masih terjadi perdebatan bagaimana menghitung tempo penyerangan. Apakah faktor serangan tersembunyi lebih penting ketimbang tempo penyerangan, ataukah tempo penyerangan lebih memiliki keunggulan numerik? Itulah yang ingin kami ketahui.”

Harus diakui catur dapat memberi informasi banyak tentang teori dasar militer. Namun informasi ini baru memiliki dampak jika bisa menjelaskan bagaimana sebaiknya seorang komandan militer menghabiskan bujet. Apakah lebih baik ia membeli lebih banyak tank ketimbang mempercanggih alat mata-mata? Walau, faktanya, untuk memenangkan perang modern, bujet yang digunakan untuk membeli alat mata-mata jumlahnya semakin banyak.

Memang, terdapat satu perbedaan utama antara catur dan perang. Catur mengabaikan istilah militer soal “ketidakpastian informasi.” Tidak seperti komandan pertempuran yang kerap tak mendapat pasokan intelejen soal jumlah dan lokasi persenjataan lawan, seorang pemain catur dapat selalu melihat gerakan lawan sehingga dapat mencatat semua gerakan. Untuk itu Kuylenstierna dan timnya meminta para pecatur bertanding dengan sebuah tirai pemisah di antara papan mereka.

Dari simulasi ini, tim peneliti mendapat kesimpulan: memiliki lebih banyak “informasi persenjataan” lawan amat bernilai. Apalagi jika kedua belah pihak itu hanya memiliki sedikit pengetahuan tentang lawan masing-masing. “Nilai kekuatan informasi memberi keunggulan dalam situasi yang tak pasti. Dalam situasi ini keunggulan variabel tempo penyerangan jadi lebih kecil,” ujar Kuylenstierna.

Tapi ketidakpastian merupakan persoalan utama dalam perang. Dari segi kepraktisan, meluncurkan sebuah serangan beruntun justru membawa kemungkinan menang lebih besar ketimbang terlebih dahulu mendapat informasi tentang lawan dan situasi pertempuran. Atau, memastikan anda memiliki keunggulan jumlah dari lawan. “Apakah temuan ini akan membawa pengaruh pada militer Swedia saya tidak bisa memastikan. Tapi mereka membiayai penelitian kami,” aku Kuylenstierna.

Sementara, tim peneliti Australia membuat sebuah perangkat lunak baru agar para pemain virtual dapat memainkan puluhan ribu pertandingan. “Kami telah menulis ulang secara ekstensif kode-kode catur, kami bekerja keras untuk itu,” tutur Calbert. Seperti juga variabel tempo penyerangan, perencanaan dan kekuatan militer, mereka juga melihat pentingnya faktor serangan tersembunyi, dan tingkat “jaringan” antara bidak-bidak.

Mereka juga menemukan dari sekian variabel penting itu, tempo penyerangan secara cepat memiliki kekuatan terpenting, khususnya jika diikuti kombinasi sebuah “perencanaan mendalam.” Perencanaan mendalam pada setiap gerakan/manuver, membuat tim peneliti berhasil membangun “pohon” kemungkinan sebagai jalan strategis untuk memenangkan pertempuran.

“Sebuah rencana mendalam yang dipadukan dengan kecepatan, memungkinkan pemain memenangkan pertandingan,” kata Calbert. Secara umum, perencanaan mendalam plus kecepatan penyerangan biasanya selalu sukses. Ini juga berlaku meskipun jika lawan lebih unggul dalam jumlah bidak/personil/persenjataan.

Lalu bagaimana pendapat para ahli? Pensiunan Wakil Kepala Staf Angkatan Udara Australia Peter Nicholson setuju kecepatan manuver merupakan sebuah kunci kesuksesan militer. “Hal itu sudah menjadi insting para pemimpin perang sejak dahulu kala,” katanya. “Napoleon adalah pemimpin perang yang mempelopori pengunaan aspek kecepatan dalam peperangan antar negara. Pemimpin Mongolia juga melakukan hal serupa. Mereka menggunakan kekuatan kecil yang bergerak cepat seperti tentara berkuda untuk menggulingkan teori lama tentang keunggulan jumlah personil.”

Sun Tzu, penulis buku the Art of War, juga menulis: “Sebuah serangan harus dilakukan dengan kecepatan melebihi rata-rata.” Hal ini menurut Sun Tzu harus dilakukan pimpinan militer jika ingin menang perang.

Penyerangan ke Irak merupakan buah kebenaran pertama kesimpulan yang dibuat dari simulasi catur Jason Scholz dan timnya.

“Kami memperhatikan dengan perasaan bangga perdebatan antara Jenderal Tommy Franks, yang menginginkan penggunaan lebih banyak personil dan persenjataan, sementara Menteri Pertahanan AS Donald Rumsfeld lebih menuntut kecepatan tempo penyerangan yang dilakukan oleh unit-unit tempur kecil ,” kata Scholtz.

Berdasar atas hasil simulasi catur, yang lebih menonjolkan kecepatan sebagai sebuah strategi yang lebih menentukan kemenangan, Scholz mengatakan nasehatnya telah sampai ke telinga Menteri Pertahanan AS.

“Pada akhirnya terjadi kompromi,” katanya. “Tapi kecepatan tempo penyerangan sangat memberi keuntungan untuk memberi kemenangan secara cepat di Irak.”

Meski demikian, upaya memenangkan sebuah pertempuran secepat mungkin tidak selalu menjadi strategi terbaik. Scholz menekankan, “Anda barangkali bisa memenangkan pertempuran dengan cepat. Tapi hati dan pikiran penduduk tidak mudah untuk dimenangkan. Dan inilah sumber utama kesulitan terus-menerus yang terjadi di Irak sekarang...” (Guardian/SM)

****

Senin, 05 Mei 2008

Wesley So (14), GM Termuda Asia Tenggara

Agaknya tak banyak yang tahu siapa pecatur asal Filipina yang membuat Grand Master (GM) asal Indonesia, Susanto Megaranto (21), kelimpungan di Japfa Chess Festival, di Gedung Pyramid, Senayan, bulan April lalu.

Ya, dalam pertandingan enam babak itu, Susanto kalah 2-4 oleh So. Bahkan pada tiga babak pertama Susanto kalah berturut-turut 0-3 oleh GM Wesley So.

GM Wesley So memang nama baru di dunia catur. Publik Indonesia mungkin lebih mengenal GM Eugenee Torres asal Filipina. Benar, Wesley So baru membuat debut akhir tahun lalu.

Bocah ajaib kelahiran 9 Oktober 1993 ini memang memperoleh norma GM terakhirnya tanggal 7 Desember 2007. Ini menempatkan nama Wesley So dalam urutan 7 pecatur termuda dunia yang memperoleh gelar GM-nya sebelum ulang tahun ke 15.

Daftar Pemain Peraih GM Termuda Dunia:
1. Sergey Karjakin (Ukraina): 12 tahun 7 bulan
2. Parimarjan Negi (India): 13 tahun 4 bulan 22 hari
3. Magnus Carlsen (Norwegia): 13 tahun 4 bulan 27 hari
4. Bu Xiangzhi (China): 13 tahun 10 bulan 13 hari
5. Teimour Radjabov (Azerbaijan) 14 tahun 14 hari
6. Ruslan Ponomariov (Ukraina) 14 tahun 17 hari
7. Wesley So (Filipina): 14 tahun 1 bulan 28 hari
8. Etienne Bacrot (Prancis): 14 tahun 2 bulan
9. Maxime Vachier-Lagrave (Prancis): 14 tahun 4 bulan
10. Péter Lékó (Hungaria): 14 tahun 4 bulan 22 hari
11. Yuriy Kuzubov (Ukraina): 14 tahun 7 bulan 12 hari
12. Nguyen Ngoc Truong Son (Vietnam) 14 tahun 10 bulan
12. Fabiano Caruana (Italia) 14 tahun 11 bulan 10 hari

Wesley So menancapkan kukunya di percaturan dunia saat mengalahkan 131 pecatur dari 25 negara di Kejuaraan Catur Dubai Terbuka, 5-15 April 2008. Ia menyelesaikan 9 partai dengan poin 7. Setelah itu Wesley juga kemudian meraih juara serupa di turnamen Sheikh Rashed Bin Hamdan Al Maktoum Cup.

Kebetulan, saat mengikuti dua turnamen itu Wesley tengah menikmati libur musim panas di sekolahnya selama dua bulan. Bagi teman-teman sebanyanya di Filipina, libur musim panas adalah saat bergembira. Anak-anak Filipina biasa menghabiskan waktu libur dengan berenang atau bermain basket.

Namun tidak demikian bagi GM Wesley So (2.540). Sejumlah jadwal pertandingan sudah menumpuk di depan mata. Tak terkecuali jadwal dwi tarungnya dengan salah satu pecatur terkuat Indonesia, GM Susanto Megaranto (2.561).

Dalam sebuah wawancara dengan koran lokal di Dubai, Wesley So menyatakan kegembiraannya bisa menyabet gelar GM. Tapi setelah gelar itu tercapai, Wesley kini memiliki satu tujuan baru: meraih gelar Super-GM.

Berikut tiga babak dwi tarung pertama antara GM Wesley So dan GM Susanto Megaranto di Japfa Chess 2008.

Wesley So (2540) – Susanto Megaranto (2561)
JAPFA Chess Festival 2008 Match Game 1 Jakarta, Indonesia (1), tanggal 17.04.2008
1.e4 c6 2.d4 d5 3.Nc3 dxe4 4.Nxe4 Bf5 5.Ng3 Bg6 6.h4 h6 7.Nf3 Nd7 8.h5 Bh7 9.Bd3 Bxd3 10.Qxd3 e6 11.Bf4 Qa5+ 12.Bd2 Qc7 13.0-0-0 Ngf6 14.Ne4 0-0-0 15.g3 Nxe4 16.Qxe4 Nf6 17.Qe2 Bd6 18.c4 c5 19.Bc3 cxd4 20.Nxd4 a6 21.Kb1 Rd7 22.Rc1 Qc5 23.Nb3 Qf5+ 24.Rc2 Bc7 25.Bxf6 gxf6 26.c5 Rd5 27.c6 b5 28.Qe3 Kd8 29.Qa7 Re8 30.Nc5 a5 31.Na6 Qe5 32.Rhc1 Qd6 33.Qa8+ Ke7 34.Qb7 Kd8 35.Rc5 Rxc5 36.Rxc5 f5 37.Rc2 Rg8 38.Nxc7 1-0.

Susanto Megaranto (2561) - Wesley So (2540)
JAPFA Chess Festival 2008 Match Game 2 Jakarta, Indonesia (2), tanggal 18.04.2008
1.e4 c5 2.Nf3 Nc6 3.Bb5 e6 4.0-0 Nge7 5.Re1 Nd4 6.Nxd4 cxd4 7.d3 a6 8.Ba4 Nc6 9.Bf4 Be7 10.Nd2 0-0 11.Bxc6 bxc6 12.e5 c5 13.Qg4 Kh8 14.Ne4 Bb7 15.Qh5 Qb6 16.b3 f6 17.f3 Bd5 18.exf6 gxf6 19.Ng3 Rg8 20.Nf5 Bf8 21.Qf7 Qd8 22.Kh1 Bc6 23.Ng3 Rg6 24.Ne4 e5 25.Bg3 Qe7 26.Qxe7 Bxe7 27.Bh4 Rag8 28.g4 Kg7 29.Bg3 Kf7 30.Rg1 R6g7 31.Raf1 d6 32.Rf2 h5 33.Kg2 hxg4 34.fxg4 Rxg4 35.Kf3 f5 36.Ke2 Ke6 0-1.

Wesley So (2540) – Susanto Megaranto (2561)
JAPFA Chess Festival 2008 Match Game 3 Jakarta, Indonisia (3), tanggal 18.04.2008
1.e4 d5 2.exd5 Qxd5 3.Nc3 Qa5 4.d4 c6 5.Nf3 Nf6 6.Bc4 Bf5 7.Bd2 e6 8.Nd5 Qd8 9.Nxf6+ gxf6 10.c3 Nd7 11.Nh4 Bg6 12.Qf3 Qc7 13.0-0 Bd6 14.g3 0-0-0 15.a4 f5 16.a5 a6 17.Rfe1 Nf6 18.Bg5 Be7 19.Ng2 Ne4 20.Bxe7 Qxe7 21.Nf4 e5 22.dxe5 Rd2 23.Re2 Rhd8 24.h4 h5 25.e6 Rxe2 26.Bxe2 Qf6 27.exf7 Bxf7 28.Qe3 Re8 29.Qa7 Rg8 30.Kh2 Rd8 31.Bd3 Nd2 32.Rd1 Ne4 33.Re1 Bd5 34.Re2 Qf7 35.f3 Nd6 36.Nxd5 Qxd5 37.Qe3 Qxa5 38.Qe5 Qxe5 39.Rxe5 b5 40.b4 Rf8 41.Re7 Rh8 42.Kg2 Rh6 43.Kf2 Kd8 44.Ra7 Kc8 45.Ke3 Re6+ 46.Kf4 Re1 47.Rxa6 Kb7 48.Ra2 Kb6 49.Rc2 c5 50.Bxf5 c4 51.Bg6 Kc6 52.Bxh5 Nc8 53.Bg6 Kd6 54.h5 Ne7 55.Be4 Rh1 56.g4 Ke6 57.Kg5 1-0.

*****

Kamis, 21 Februari 2008

Manusia Catur

Fischer menjadi detonator bagi ide-ide baru di dunia catur. Seorang revolusioner yang revolusinya sampai sekarang masih berlangsung.

Oleh: Garry Kasparov,
Majalah Time edisi 26 Januari 2008

Sulit dilukiskan secara pasti reaksi saya saat pertama kali mendengar nama Bobby Fischer. Namun namanya sudah saya dengar saat saya masih kecil. Ketika dia mengalahkan Boris Spassky dan merebut gelar juara dunia tahun 1972, saya masih seorang pecatur ingusan berumur 9 tahun di daerah asal saya, Baku, Uni Sovyet.

Saya memang mengikuti pertandingan yang berlangsung. Koran-koran mewartakan secara besar-besaran pertandingan itu, meski belakangan semua pembaca sadar juara dunia Sovyet akhirnya kalah. Buku Fischer berjudul ”My 60 Memorable Games” adalah salah satu buku catur pertama saya. Buku ini sendiri diterjemahkan dalam bahasa Rusia tanpa mengindahkan hak penulis akan royalti.

Pada tahun 1970-an, pelatih saya, Alexander Nikitin, membuat alur untuk menyusuri kemajuan catur saya ssmbil membuat sejumlah target yang harus saya capai. Elo rating di atas 2.500 adalah gelar grand master, elo rating 2.600 berarti saya masuk 10 besar dunia, sedangkan elo 2.700 artinya saya akan masuk ke lingkaran juara dunia. Dan di puncak itu semua adalah Bobby Fischer, dengan elo rating tertinggi 2.785.

Saya kemudian menjadi juara dunia pada tahun 1985. Tetapi visi Nikitin benar. Saya harus bekerja keras. Saya sendiri harus bermain selama empat tahun penuh untuk melewati elo rating yang dibuat Fischer.

Sikap Fischer di papan catur atau di luar permainan menunjukkan ia praktis tak memiliki lawan yang setara kuatnya.

Sebelum Fischer, tak seorang pun pecatur siap bermain mati-matian untuk setiap partai. Sebelumnya tak ada seorang pun yang mau menghabiskan waktunya di dekat jarum jam catur untuk mendorong catur ke sebuah tingkat yang sama sekali baru.

Namun Fischer melakukannya. Fischer menjadi detonator bagi ide-ide baru di dunia catur. Seorang revolusioner yang revolusinya sampai sekarang masih berlangsung.

Pada masa kejayaan Fischer, setiap turnamen ia menangkan semua. Di Pusat Klub Catur Moscow, para pemain catur top Rusia memerlukan berkumpul untuk menganalisa strategi Fischer saat mengalahkan pecatur top Rusia, Mark Taimanov.

Seseorang grand master memperkirakan semestinya Taimanov menang karena ia memiliki kekuatan di pergerakan ratu. Namun David Bronstein, seorang penantang juara dunia tahun 1951, membantahnya: “Ah, kita tidak tahu persis apa yang akan Fischer lakukan.”

Tak lama kemudian, lembaga olahraga Sovyet memanggil Taimanov dan para master catur lain untuk mendiskusikan ketidakmampuan Taimanov mengalahkan pecatur Amerika. Bagaimana ia bisa gagal? Apakah ia tak tahu dia seorang pecatur yang dipilih mewakili negara? Boris Spassky akhirnya angkat bicara: “Saat kita semua kalah dari Fischer, apakah kita juga akan menginterogasi Fischer kenapa dia bisa terus-menerus menang?”

Setelah Perang Dunia ke-II, Amerika tidak memiliki tradisi catur yang kuat. Di sana tradisi catur amat lemah, terbatas pada beberapa sekolah yang mendidik bakat-bakat muda. Sehingga bagi seorang pecatur Amerika, untuk mencapai level kejuaraan dunia di tahun 1950-an menunjukkan sebuah dedikasi pribadi yang luar biasa.

Kebangkitan Fischer mengatasi mesin catur Sovyet, yang berpuncak pada kemenangan Fischer atas Spassky di Reykjavic, Iceland, tahun 1972, tentunya membutuhkan upaya luar biasa besar.

Fischer sendiri memutuskan melepas gelar juara dunia caturnya tahun 1975. Pengunduran dirinya di masa lalu itu telah mempermalukan Uni Sovyet, yang saat itu diwakili oleh sosok Anatoly Karpov.

Akibat tindakan itu, Fischer mengalami isolasi dan kemurkaan. Fischer tak pernah bermain lagi hingga tahun 1992 saat mengalahkan kembali Spassky dalam pertandingan ulang yang diadakan secara rahasia. Setelah itu ia makin jarang bermain di depan publik.

Seperti telah mendapat restu dewa catur di pegunungan Olympus, ia tak lagi menemukan sebuah tujuan baru untuk melampiaskan kekuatan dan gairahnya pada catur.

Saya sering ditanya apakah saya pernah mendapat kesempatan bermain dengan Bobby Fischer. Jawabannya adalah tidak. Saya memang tidak pernah mendapat kesempatan itu.

Namun, meski ia kerap memandang saya sebagai bagian dari komplotan iblis kemapanan catur (FIDE) yang telah merampok gelarnya dan mencurangi dia, saya harus meminta maaf karena tak pernah punya kesempatan untuk menyampaikan ucapan terimakasih atas sumbangan pribadinya bagi olahraga catur.

Belakangan ini, banyak penulis mempersoalkan melenyapnya Fischer dan mentalnya yang labil. Beberapa menyalahkan dia atas keputusan menolak mempertahankan gelar juara dunianya, dengan menyebutnya sebagai sebuah tindakan blunder yang bodoh. Penekanan terlalu kuat terhadap orang yang pernah berada di puncak, selalu mengundang resiko.

Saya sendiri lebih suka mengenang sumbangan dan pencapaian globalnya ketimbang menelisik tragedi kehidupan pribadinya. Adalah sebuah keadilan bahwa Fischer menghabiskan hari-hari terakhir kehidupannya di Iceland, tempat bersejarah yang membuatnya menjadi pecatur terbesar dunia. Di sana ia akan selalu mengenang dan mencintai jalan terbaik yang pernah ia pilih: menjadi seorang pemain catur...

Gary Kasparov, penulis buku “How Life Imitates Chess,” peringkat pertama catur sejak tahun 1985 sampai mengundurkan diri tahun 2005.

Selasa, 19 Februari 2008

Obituari Bobby Fischer














Bobby Fischer, seorang pecatur antikemapanan, meninggal 17 Januari lalu, dalam usia 64 tahun.

The Economist

edisi 24 Januari 2008

Banyak orang datang untuk bertemu Bobby Fischer. Dan dia selalu siap menemui mereka. Dalam kopernya ia selalu menyimpan botol-botol berisi pil vitamin, obat herbal dan sebotol jus jeruk besar. Itu ia lakukan dalam upaya mengusir racun makanan yang biasa ia santap.

Benda-benda kenangan bersejarah miliknya –notasi pertandingan, album foto, surat dari Presiden Nixon—tersimpan aman di belakang laci penyimpanan yang memiliki dua kombinasi 10 angka di ruang khusus penyimpanan Pasadena, California.

Pada akhirnya, seperti yang ia ungkapkan saat menjadi host bincang-bincang radio di Hungaria dan Filipina, hal itu tak bisa menyelamatkan rahasianya dari Rusia, kaum Yahudi, atau “mata-mata CIA yang bekerja untuk Yahudi.” Namun, setidaknya, ia sudah mencoba.

Ia juga pernah mencoba berhenti main catur. Sebelum mendapat gelar juara dunia setelah menumbangkan Boris Spassky di Reykjavik tahun 1972, ia sempat menepis kamera TV dengan tangannya. Ia merasa sorot kamera itu terlalu terang, membuat pantulan cahaya di papan catur.

Fischer terus menolak dokumentasi TV sampai ia berhasil memenangkan pertandingan pertama dari tujuh kemenangan berturut-turutnya di hadapan penonton. Pada babak ketiga ia juga sempat mendesak menggunakan ruangan kecil, di mana ia bisa berpikir lebih tenang.

Ia memang selalu bermain bagus dalam suasana suram. Dalam pertandingan bersejarah itu, ia seperti mengalami kelahiran baru di alam semesta: ruang kaca Marshall Chess Club di New York City, ketika seorang bocah kabur dari sekolah untuk menghabiskan paginya membaca buku catur lama yang memuat pertandingan abad 19. Pada sebuah meja di Perpustakaan Umum New York, Fischer biasa tenggelam berjam-jam mendalami sejarah, pembukaan dan strategi catur.

Atau, saat ia berjalan-jalan ke rumah kerabat di kawasan Broklyn, tempat ibu dan saudara perempuannya tinggal, ia akan menyusun papan catur di samping kasur, hingga lupa matahari sudah lama tenggelam saat ia asyik melawan dirinya sendiri.

Jika anda bisa melihat ke dalam otaknya, seperti juga harapan lawan-lawan bermainnya, anda akan menemukan keutamaan penyerangan dan bertahan setiap saat ia melangkah. Mungkin, lewat sebuah gerakan langsung benteng atau manuver gajah/patih. Atau kombinasi keduanya seperti pembukaan favoritnya, pembukaan Ruy Lopez.

Atau melalui bayang-bayang ratu untuk melindungi setiap gerak pion dalam versi “beracun” Sisilia, atau ribuan varian lainnya. Di Reykjavik, saat Boris Spassky yang mendapat nasihat dari 35 grand master Rusia, Fischer hanya mengandalkan sebuah buku catatan dan tak memiliki penasehat ahli. Ia cuma bermodal tampang sedih serta kecerdasan pikiran. Dan, ia menang.

Kemenangan itu membuatnya menjadi pahlawan pada era perang dingin. Ia mewakili seorang pecatur individual kaya trik saat berhadapan dengan pecatur yang menjadi mesin kenegaraan. Dan Amerika berhasil mempermalukan Uni Sovyet dalam permainan favorit bangsa itu.

Permainan Fischer memang elegan dan kejeniusan sudah nampak pada masa mudanya: ia meraih gelar grand master pada usia 15 tahun dan 20 kali menang berturut-turut di tingkat kejuaraan dunia 1968-1971. Namun Fischer tetap saja seorang pecatur tampan yang antikemapanan.

Tujuan utamanya bermain catur, seperti sering Fischer ungkapkan, tidak hanya untuk memenangkan pertandingan. Tapi juga untuk menghancurkan pikiran lawan sebelum pikiran lawannya sempat menggeliat. Tujuan lainnya, dalam gaya hidup kapitalis, adalah untuk menjadi kaya raya.

Atas desakan Fischer pula, hadiah uang di kejuaraan dunia catur bertambah dari 1.400 $US menjadi 250.000 $US. Saat melakukan pertandingan ulang dengan Boris Spassky tahun 1992, yang juga ia menangkan, Fischer bisa mengantungi uang hingga 3,5 juta $US. Di beberapa turnamen catur sesudahnya, termasuk di Qatar atau Cesar Palace, ia juga menerima uang penampilan saat penonton melihat permainannya.

Mengikuti turnamen catur adalah cara Fischer. Apalagi setelah pada tahun 1975 ia menolak bertanding sehingga gelar juara dunia caturnya dicopot. Belakangan ia banyak membuat pernyataan kontroversial sehingga menambah deretan musuh baru baginya. Sampai-sampai menjelang akhir hidupnya, hanya pulau Islandia --yang terkenal dingin-- yang masih mau menerima kehadirannya.

Apa yang menjadi kesalahan utama Bobby Fischer sampai sekarang masih menjadi perdebatan. Kombinasi kecerdasan dan disfungsi sosial pada masa kanak-kanak sempat membuat ia diduga menderita autis. Namun ia tumbuh seperti anak normal lainnya: menikmati komik Superman dan sering menonton pertandingan hockey.

Ia tumbuh di era tahun 1960 saat Gereja Tuhan Sedunia berkembang. Dari sini pula barangkali ia belajar membenci dan menolak kaum Yahudi, meski ia sendiri keturunan Yahudi. Ibu kandungnya keturunan Yahudi totok. Ibunya sempat membawa dia ke psikolog karena dianggap memiliki kelainan akibat perhatiannya pada catur, sampai-sampai Fischer selalu membawa papan catur ukuran saku di kantungnya saat makan malam keluarga.

Kemungkinan lain –seperti pernah disampaikan beberapa orang— ia gusar saat melihat sambutan dingin pemerintah Amerka ketika ia mengalahkan Spassky kedua kalinya dalam sebuah pertandingan ulang tahun 1992. Padahal ia harus bermain diam-diam alias penuh kerahasiaan di bekas negara Yugoslavia.

Fisecher pernah menyatakan pemerintah Amerika ”bertanggungjawab” bila ia mati. Ia juga menyebut serangan teroris tahun 2001 ke World Trade Center sebagai ”kabar bagus.” Setelah semua jasa-jasanya di dunia catur, untuk pertama kalinya, air dingin, bak menyapu jejak-jejak kebaikannya yang tertera di atas pasir.

Barangkali, pada akhirnya, kesulitan-kesulitan itu muncul karena: catur itu --seperti sering ia ungkapkan-- adalah kehidupan. Tidak yang lain.

Fischer memang tidak terlalu bagus untuk hal lain. Tidak pada saat ia duduk di bangku sekolah, tidak juga saat ia mengerjakan profesi lain. Ia juga tak pernah menikah. Ia hanya menaruh perhatian serius setiap menit hidupnya pada keberadaan 32 buah bidak catur di 64 kotak hitam-putih. Ia bermimpi memiliki sebuah rumah di kawasan Beverly Hills yang dibangunnya dari hasil memindahkan sebuah benteng.

Tanpa manafikan latar belakang ini, ia tetap salah satu pecatur dunia paling kreatif. Tak seorang pun bakal melupakan permainan caturnya yang mengambarkan taktik jenialnya.

Kebanyakan kejuaraan dunia sekarang, klaim Fischer, merupakan hasil penataan baru, membuktikan bahwa ”catur tua” sudah mati. Semua permainan tingkat tinggi kini mengarah ke hakekat catur.

Ia memperkenalkan sebuah versi baru, Fischer Random, saat buah hitam memiliki kans menang walau tertinggal satu langkah dari putih. Ya, garis itu kembali dihidupkan Fischer sekaligus mengingatkan aturan klasik catur: menyerang, bertahan, memakan, dan melakukan pengorbanan.

Kemenangan catur pada akhirnya adalah akumulasi seluruh upaya yang telah dikeluarkan. Dari sisi ini, dan dari peperangan yang ia kobarkan, Fischer tak pernah berusaha lari.

****

Rabu, 13 Februari 2008

A. Timofeev Juarai Moscow Open 2008

Setelah babak ke-8 dari sembilan partai turnamen Grand Master (GM) Rusia, Ernesto Inarkiev, memimpin, dengan kemenangan 7 kali berturut-turut! Setengah poin (0,5) di belakangnya ada Artyom Timofeev dan Alexander Lastin.

Perubahan mendadak justru terjadi pada partai terakhir saat Inarkiev melawan Timofeev, Minggu (10/2/2008). Partai terakhir ini merupakan pertarungan alot dan menghabiskan 117 langkah, yang akhirnya membuat Timofeev-lah yang memenangkan pertarungan tersebut.

Festival Catur Moscow Terbuka ke-4 mengambil tempat di Russian State Social University sejak tanggal 2-10 Februari 2008. Turnamen ini terbagi dalam empat kelas, Open A. Turnamen B, Wanita Terbuka dan turnamen catur anak-anak..Setiap turnamen menggunakan sistem Swiss 9 partai. Total hadiah yang disediakan mencapai 5.000.000 rubel (Rp 45 milyar).

Setelah delapan babak, GM Ernesto Inakiev memimpin 0,5 poin. Kekalahannya hanya terjadi pada partai pertama saat melawan Master Fide (MF). Tapi ia kemudian memenangkan 7 partai langsung.

Berikut adalah contoh permainan yang amat menghibur saat Inakiev melawan M Kazhgaleyev di babak keenam tanggal 7 Februari.Sekedar catatan kode notasi diambil sesuai aslinya, K= Raja, Q= Ratu, R=Benteng, B=Patih, N= Kuda.

E. Inarkiev (2681) putih vs M. Kazhgaleyev(2594) hitam

1.e4 e5 2.Nf3 Nc6 3.Bb5 a6 4.Ba4 d6 5.0-0 Bd7 6.c3 g6 7.d4 Bg7 8.Re1 b5 9.Bb3 Nf6 10.Nbd2 0-0 11.h3 Re8 12.a3 h6 13.Bc2 Nh5 14.Nf1 Nf4 15.Bxf4 exf4 16.Qd2 g5 17.Rad1 Qe7 18.Qd3 Kf8 19.Bb3 Rad8 20.Ba2 Qf6 21.N3h2 h5 22.Qf3 Qh6 23.g4 hxg4 24.Nxg4 Qg6 25.Nfh2 Ne7 26.Qg2 Bc6 27.d5 Bd7 28.Nf3 Qh5 29.e5 dxe5 30.Ngxe5 Bxe5 31.Nxe5 Bxh3 32.Qh1 Nf5 33.Rd3 g4 34.Qe4 f6 35.d6 Rxe5 36.dxc7 Rde8 37.Qb4+ Ne7 38.Red1

38...Bg2 39.Kxg2 f3+ 40.Kg3 Rf5?? Hitam akan mati dalam tujuh langkah: 40...Qh3+ 41.Kf4 Qh2+ 42.Kxg4 Qg2+ 43.Kf4 Rf5+ 44.Ke4 Qg4+ 45.Ke3 Qg5+ 46.Kd4 Qf4#.

41.Qxe7+ Kxe7 42.Rd7+ Kf8 43.Rh1 Qxh1 44.Rf7+ Kg8 45.Re7+ Kh8 46.Rxe8+ Kg7 47.Rg8+ Kh7 48.Rh8+ Kxh8 49.c8Q+ Kg7 50.Qg8+ 1-0.

E Inakiev menang dan memimpin turnamen dengan 0,5 poin dari GM Artyom Timofeev (2664) dan Alexander Lastin (2604) , keduanya berasal dari Rusia.

Namun perubahan mendadak, justru terjadi pada partai terakhir, partai yang amat menentukan.

A. Timofeev (2664) putih - E. Inarkiev (2681) hitam

1.e4 e5 2.Nf3 Nc6 3.Bb5 a6 4.Ba4 Nf6 5.0-0 Be7 6.Re1 b5 7.Bb3 0-0 8.h3 Bb7 9.d3 d6 10.c3 Na5 11.Bc2 c5 12.Nbd2 Re8 13.Nf1 Bf8 14.Bg5 h6 15.Bh4 Be7 16.Ne3 g6 17.Nh2 Nc6 18.Bb3 Nh7 19.Bxe7 Nxe7 20.Neg4 Kg7 21.Qd2 Ng8 22.Ne3 Ngf6 23.Rad1 h5 24.Nf3 Bc8 25.Nf1 Ra7 26.Bc2 d5 27.exd5 Qxd5 28.Bb3 Qd6 29.d4 exd4 30.Rxe8 Nxe8 31.cxd4 c4 32.Bc2 Nhf6 33.Ne5 Re7 34.Qg5 Nh7 35.Qg3 Qf6 36.Ne3 h4 37.Qh2 Qd6 38.Qf4 Qf6 39.Qh2 Qd6 40.b3 c3 41.Qf4 Qf6 42.Qe4 Bb7 43.Qd3 b4 44.N3g4 Qf4 45.Qc4 Nhf6 46.Qxb4 Nxg4 47.Nxg4 Rc7 48.Qa5 Nf6 49.Nxf6 Kxf6 50.d5 Qe5 51.Qb6+ Kg7 52.Qd4 Qxd4 53.Rxd4 Kf6 54.d6 Rd7 55.Rc4 Rxd6 56.Rxc3 Rd2 57.Kf1 Rd7 58.Rc4 Kg5 59.Rg4+ Kh5 60.a4 f5 61.Rc4 Bd5 62.Rc3 Kg5 63.g3 hxg3 64.fxg3 Bf7 65.Ke2 Rb7 66.Kd2 Bd5 67.Bd1 Rb4 68.Rc5

68...Bxb3 69.Kc3 Bxa4 70.h4+ Kh6 71.Kxb4 Bxd1 72.Kc3 Bf3 73.Kd2 Kh5 74.Ke3 Kg4 75.Kf2 Be4 76.Rc4 g5 77.hxg5 Kxg5 78.Rc7

Sekarang secara teoritis Hitam bisa melakukan remis (draw), 78...f4 dan Hitam tak bisa menggerakan posisi bidaknya. Setelah 79.gxf4+ Kxf4 80.Ra7 Ke4 81.Rxa6 Putih tak akan bisa menang hanya dengan mengandalkan benteng ( R ) dan patih (B) . Sementara Inarkiev meninggalkan bidak di samping raja yang sudah dikuasai Timofeev. 78...Kf6? 79.Ra7 Bd3 80.Ke3 Bf1 81.Kf4 Ke6 82.Ra8 Bb5 83.Rb8 Bd3 84.Rb3 Bc4 85.Re3+ Kd6 86.Kxf5 Kc5

Sekarang Timofeev kehilangan peluang untuk menang mudah: 87.Rc3! Putih akan memperoleh patih dan memenangkan posisi bidak untuk promosi.: 87...Kd4 88.Rxc4+ Kxc4 89.g4 a5 90.g5 a4 91.g6 a3 92.g7 a2 93.g8Q+ (ya, dengan skak, Raja hitam akan terpojok di c4. 87.Re8 dan sekarang Timofeev memperoleh kesempatan menang secara gemilang. 87...a5 88.Ra8 Kb4 89.Ke5 a4 90.Kd4 Be2 91.Ke3 Bb5 92.Kd2 a3 93.Kc2 Bd7 94.Kb1 Be6 95.Re8 Bd7 96.Re4+ Kc5 97.Ka2 Kd5 98.Re3 Kd4 99.Re7 Bf5 100.Kxa3 Kd5 101.Kb4 Be6 102.Kc3 Ke5 103.Kd3 Kf6 104.Ra7 Kg5 105.Ke3 Kf5 106.Kf3 Bd5+ 107.Kf2 Be6 108.Ra5+ Kg4 109.Rc5 Bb3 110.Re5 Bg8 111.Re4+ Kg5 112.g4 Kh4 113.Ke3 Kg5 114.Rd4 Be6 115.Kf3 Kh4 116.Kf4 Bxg4

117.Rd8. Saat ini secara teoritis patih dan benteng tidak akan berakhir dengan sebuah permainan draw sejak Hitam kehilangan patih melalui gerakan: 117...Kh5 118.Rh8+ Kg6 119.Kxg4 or 117...Be2 118.Rh8+ Bh5 119.Rh7 Kh3 120.Rxh5+. 1-0

Dengan kemenangan ini, Inarkiev menghentikan permainan Timofeev dan mendapat gelar juara turnamen.

Maka Artyom Timofeev memenangkan turnamen Open A dengan poin 7.5/9, setengah poin di depan perolehan nilai sembilan GM lain yang rata-rata hanya mendapat 7 poin.

Di bawah ini skor perolehan Open A (final).

Nama Negara Rtg Pts. TB1 TB2 TB3

1 GM Timofeev Artyom RUS 2664 7.5 38.0 6 50.0

2 GM Riazantsev Alexander RUS 2628 7.0 37.5 6 49.5

3 GM Volkov Sergey RUS 2623 7.0 37.5 5 47.5

4 GM Efimenko Zahar UKR 2638 7.0 37.0 6 47.5

5 GM Lastin Alexander RUS 2604 7.0 37.0 5 47.0

6 GM Jobava Baadur GEO 2643 7.0 36.5 5 46.5

7 GM Inarkiev Ernesto RUS 2681 7.0 35.0 7 47.0

8 GM Kazhgaleyev Murtas KAZ 2594 7.0 34.5 6 41.0

9 GM Moiseenko Alexander UKR 2643 7.0 34.5 5 45.0

10 GM Kurnosov Igor RUS 2577 7.0 32.5 6 40.5

11 GM Motylev Alexander RUS 2644 6.5 34.5 4 46.0

12 GM Naiditsch Arkadij GER 2638 6.5 34.0 5 44.0

13 GM Kobalia Mikhail RUS 2623 6.5 33.5 5 46.5

14 GM Korobov Anton UKR 2573 6.5 33.5 4 44.5

15 GM Potkin Vladimir RUS 2609 6.5 33.5 4 43.5

16 GM Khairullin Ildar RUS 2544 6.5 32.0 5 42.0

17 FM Zabotin Alexander RUS 2495 6.5 32.0 4 42.0

18 GM Malakhov Vladimir RUS 2689 6.5 31.5 5 43.0

19 GM A. Alexander UKR 2645 6.5 31.0 6 43.0

20 GM Aleksandrov Aleksej BLR 2618 6.5 30.5 4 42.5

21 GM Rodshtein Maxim ISR 2614 6.5 27.5 5 37.0

****