Tampilkan postingan dengan label catur. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label catur. Tampilkan semua postingan

Kamis, 12 Juni 2008

Lukas Podolski: “Sepakbola Seperti Catur”

Striker Bayern Muenchen kelahiran Polandia, Lukas Podolski (23), barangkali orang yang dingin. Setelah mencetak gol ketiganya untuk Jerman saat melawan Kroasia dini hari tadi, Pololski tak merayakan secara berlebihan.

Soalnya, gol yang ia cetak di babak kedua tak mampu mengangkat kinerja Jerman. Jerman tetap kalah 1-2 dari Kroasia dalam penyisihan Euro 200. Ini merupakan kekalahan pertama Jerman setelah sebelumnya tim Panzer ini mencukur Polandia 2-0.

Kekalahan ini barangkali persis seperti pendapat Podolski tentang sepakbola. Seperti dikutip harian Jerman, Der Spiegel, Podolski menyebut sepakbola seperti permainan catur.

Fussball ist wie Schach, nur ohne Würfel (Sepakbola seperti permainan catur, tapi tanpa kematian),” ujarnya.

Kalimat itu memang bukan milik Podolski sepenuhnya. Ia memang mengutip ucapan dari sang jenius, Dadaist.

Es gibt nur eine Möglichkeit: Sieg, Niederlage oder Unentschieden,” lanjut Podolski. Artinya, hanya ada satu kemungkinan: menang, kalah atau draw.

Dini hari tadi, giliran Jerman yang menelan kekalahan pertama di Piala Euro 2008. Barangkali ini merupakan sebuah kesadaran sekaligus ironi pahit dari seorang Lukas Podolski... (DS/SM)

****

Rabu, 11 Juni 2008

McCain Tantang Barack Obama Bermain Catur

Perang kata-kata antara Senator John McCain (Republik) dan Senator Barack Obama (Demokrat) sudah dimulai. Malah, John McCain menantang Obama bermain catur sebelum pemilu dimulai untuk membuktikan siapa kandidat terbaik yang patut duduk di kursi Presiden Amerika Serikat.

Rabu (10/6/00 8) lalu, kabarnya McCain menantang Obama secara terbuka.

“Saya kesal melihat kriteria siapa kandidat paling populer untuk memenangkan pemilu kali ini. Ada beberapa kriteria utama yang lebih penting ketimbang popularitas untuk jabatan presiden berikutnya. Sebagai bekas Komandan Angkatan Bersenjata, presiden kita seharusnya menunjukkan keahlian taktis dan pengambil keputusan yang cerdas,” ujar McCain.

“Jika Senator Obama setuju, kami akan bermain dalam tujuh partai untuk menunjukkan ke publik siapa yang sebenarnya layak duduk di bangku presiden tahun 2009,” kata McCain seperti dikutip The Real Internet News.

Sampai berita ini diturunkan, belum diketahui bagaimana reaksi Obama sejauh ini. (RTIN/SM)

Selasa, 10 Juni 2008

Ketika Hip-Hop, Seni Bela Diri dan Catur Bersua

Bagaimana seni musik Hip-Hop, seni bela diri dan catur bergabung? Jangan heran. Bagi RZA, pendiri grup musik rap Wu-Tang Clan, ketiga hal itu bisa bersatu secara harmonis.

Rapper RZA, pendiri Wu Tang Clan, tengah duduk di kamarnya di lantai 48 Hotel Mandarin Oriental yang persis menghadap Central Park. Ia tengah menikmati permainan catur di atas meja kaca transparan. Tangannya terlihat membeku beberapa inci di atas papan saat ia melihat dengan teliti langkah catur lawannya.

Catur memang memiliki peran penting dalam proses kreatif grup rap Wu-Tang Clan. Lagu-lagu yang dgubah banyak berbicara tentang permainan catur. Dalam “The Wu Tang Manual,” sebuah buku terbitan 2005 yang bercerita tentang anggota kelompok musik rap ini, RZA (dibaca RIZa) menulis catur merupakan bagian mendasar Wu-Tang. “Karena ini merupakan permainan perang –tentang medan pertempuran. Dan, Wu-Tang dibangun dari pertempuran, dengan cara saling menantang setiap orang.”

RZA, 38 tahun, mempelajari permainan catur sejak usia 11, dari seorang gadis yang, seperti ia tulis dalam bukunya, juga merampas keperjakaannya. Ia dan saudara sepupunya GZA, salah seorang pendiri grup rap ini, sama-sama menyukai catur. Namun mereka tidak terlalu sering bermain catur pada saat kecil karena, seperti dikatakan GZA, mereka terlalu miskin untuk memiliki sendiri sebuah papan catur.

Sekarang, hampir setiap hari mereka bermain catur. RZA sendiri memberikan sabuk Hip-Hop Chess Federation, sebuah penghargaan yang mulai diadakan tahun lalu di San Fransisco. Ia juga mengundang para rapper dan ahli seni bela diri ambil bagian dalam turnamen itu.

Pada hari Senin (6/6/2008) lalu, ia mulai membuat WuChess (wuchesss.com), sebuah website yang bisa digunakan para penggemarnya bermain catur secara online. RZA mengatakan situs itu akan menggelar turnamen catur sekali dalam sebulan. Pemenang turnamen online ini akan mendapat kehormatan melawan dirinya.

“Sungguh. Manfaat yang anda dapat dari catur sangat baik karena setiap hari anda dipaksa terus berpikir,” kata RZA. “Hal ini secara khusus juga bermanfaat bagi para saudara kami yang tinggal di komunitas urban yang tak pernah melihat sisi lain, dan tak pernah mencoba berpikir dari sudut pandang lain.”

Selama beberapa tahun terakhir, kelompok rap Wu-Tang telah memasukkan permainan catur dalam lirik-lirik musiknya.

Pada tahun 2005, mereka menamai albumnya “Grandmaster.” Judul lagu-lagu yang direkam juga menunjukkan kecintaan RZA pada catur dengan memasukkan istilah-istilah utama dalam catur seperti: “Opening,” “Destruction of a Guard,” “Exploitation of Mistakes,” “General Principles,” “Advance Pawns,” “Queen’s Gambit,” “Unstoppable Threats,” “Unprotected Pieces” dan “Smothered Mate.”

Video lagu “General Principles” juga dimulai dengan sebuah permainan catur dengan bidak-bidak raksasa.

Sementara pada akhir lagu “Queen’s Gambit,” terjemahan bebas syair rap GZA berbunyi:

Saya ingin menjadi catur
Karena catur permainan liar, hanya ada kebenaran, sebagai hasil akhir
Sebuah hobi hebat, bermain catur
Papan, bidak-bidak, kolom, gerakan
Kau tahu, perang, menjebak, berpikir, strategi
Berencana, musik, inilah hip-hop, dan olahraga
Inilah hidup, inilah kenyataan

Dan, setelah 10 menit bermain di kamar hotelnya dan pertandingan menunjukkan akan berakhir draw, RZA mulai melakukan perlawanan keras. Namun tak lama kemudian Raja-nya mulai terkunci.

Lawan mainnya, kolumnis catur The New York Times, makin menekan RZA dengan menggunakan benteng ke bagian bawah papan, mendesak sebuah skak mat. RZA tertawa dan memberi kemenangan bagi lawannya, sebuah perang yang indah... (NYT/SM)

****

Rabu, 28 Mei 2008

Catur adalah Perang















“Catur adalah perang di atas papan. Tujuan utamanya menghancurkan pikiran lawan.” (
Bobby Fischer)

Perang, menurut para peneliti di Swedia dan Australia, sama seperti catur. Tak mengherankan jika para peneliti menggunakan catur untuk meningkatkan kemampuan militer dalam perang sungguhan. Terlebih, militer tak selamanya bisa melihat apa yang dilakukan lawan.

Pada abad ke tujuh, sebuah permainan baru lahir di India. Beberapa bidak di permainan ini menggunakan istilah perdana menteri, gajah, perwira, prajurit, pasukan berkuda dan raja. Permainan ini semula disebut chaturanga. Sekarang permainan ini dikenal sebagai permainan catur dan sebuah permainan perang. Bila dulu seluruh variasi catur secara historis menunjukkan taktik pertempuran untuk memunculkan strategi baru, hingga sekarang pandangan itu belum berubah.

Tim peneliti di sekolah pertahanan nasional di Stockholm dan organisasi ilmu pengetahuan pertahanan Australia mempelajari catur lebih jauh untuk memahami bagaimana permainan ini memberi keuntungan dan kesuksesan di bidang militer. Di Swedia, para peneliti menggunakan pecatur sungguhan. Di Australia, para peneliti yang dibiayai oleh militer menganalisa ribuan pertandingan catur virtual.



Tanpa perlu mengucurkan darah, permainan catur berusaha diterapkan dalam teori perang modern. “Kemiripan permainan catur dengan situasi perang sungguhan memang memenuhi banyak aspek,” kata Jan Kuylenstierna, salah satu peneliti Swedia. “Catur melibatkan sebuah semangat perjuangan. Dan istilah-istilah dasar dalam pertempuran seperti menyerang, bergerak dan bertahan.”

Dengan mempelajari catur dan kalkulasi langkah abstrak untuk melakukan skak, para peneliti dapat memahami kekacauan situasi dalam peperangan dan mengidentifikasi faktor-faktor utama yang memenangkan peperangan. “Kekuatan penelitian ini adalah pada tingkat pendekatan abstrak,” kata Jason Scholz, ketua tim periset Australia.

Tim peneliti juga memperlajari standar permainan catur. Dengan memodifikasi variabel kunci, seperti jumlah gerakan dalam tiap putaran, atau pemain dapat melihat seluruh bidak lawan, mereka menyelidiki kaitan penting sebagai faktor utama menerjemahkan situasi pertempuran. Misalnya keunggulan jumlah bidak, keunggulan tempo permainan cepat dan penggunaan serangan tersembunyi.

“Semua menunjukkan fakta bahwa terdapat faktor utama dalam perang gerilya yang juga sama pentingnya. Orang-orang juga berdiskusi tentang kekuatan faktor kecepatan operasi, dan hal-hal sejenis,” kata Greg Calbert, seorang ahli matematika dalam tim Scholz. “Namun hingga kini masih terjadi perdebatan bagaimana menghitung tempo penyerangan. Apakah faktor serangan tersembunyi lebih penting ketimbang tempo penyerangan, ataukah tempo penyerangan lebih memiliki keunggulan numerik? Itulah yang ingin kami ketahui.”

Harus diakui catur dapat memberi informasi banyak tentang teori dasar militer. Namun informasi ini baru memiliki dampak jika bisa menjelaskan bagaimana sebaiknya seorang komandan militer menghabiskan bujet. Apakah lebih baik ia membeli lebih banyak tank ketimbang mempercanggih alat mata-mata? Walau, faktanya, untuk memenangkan perang modern, bujet yang digunakan untuk membeli alat mata-mata jumlahnya semakin banyak.

Memang, terdapat satu perbedaan utama antara catur dan perang. Catur mengabaikan istilah militer soal “ketidakpastian informasi.” Tidak seperti komandan pertempuran yang kerap tak mendapat pasokan intelejen soal jumlah dan lokasi persenjataan lawan, seorang pemain catur dapat selalu melihat gerakan lawan sehingga dapat mencatat semua gerakan. Untuk itu Kuylenstierna dan timnya meminta para pecatur bertanding dengan sebuah tirai pemisah di antara papan mereka.

Dari simulasi ini, tim peneliti mendapat kesimpulan: memiliki lebih banyak “informasi persenjataan” lawan amat bernilai. Apalagi jika kedua belah pihak itu hanya memiliki sedikit pengetahuan tentang lawan masing-masing. “Nilai kekuatan informasi memberi keunggulan dalam situasi yang tak pasti. Dalam situasi ini keunggulan variabel tempo penyerangan jadi lebih kecil,” ujar Kuylenstierna.

Tapi ketidakpastian merupakan persoalan utama dalam perang. Dari segi kepraktisan, meluncurkan sebuah serangan beruntun justru membawa kemungkinan menang lebih besar ketimbang terlebih dahulu mendapat informasi tentang lawan dan situasi pertempuran. Atau, memastikan anda memiliki keunggulan jumlah dari lawan. “Apakah temuan ini akan membawa pengaruh pada militer Swedia saya tidak bisa memastikan. Tapi mereka membiayai penelitian kami,” aku Kuylenstierna.

Sementara, tim peneliti Australia membuat sebuah perangkat lunak baru agar para pemain virtual dapat memainkan puluhan ribu pertandingan. “Kami telah menulis ulang secara ekstensif kode-kode catur, kami bekerja keras untuk itu,” tutur Calbert. Seperti juga variabel tempo penyerangan, perencanaan dan kekuatan militer, mereka juga melihat pentingnya faktor serangan tersembunyi, dan tingkat “jaringan” antara bidak-bidak.

Mereka juga menemukan dari sekian variabel penting itu, tempo penyerangan secara cepat memiliki kekuatan terpenting, khususnya jika diikuti kombinasi sebuah “perencanaan mendalam.” Perencanaan mendalam pada setiap gerakan/manuver, membuat tim peneliti berhasil membangun “pohon” kemungkinan sebagai jalan strategis untuk memenangkan pertempuran.

“Sebuah rencana mendalam yang dipadukan dengan kecepatan, memungkinkan pemain memenangkan pertandingan,” kata Calbert. Secara umum, perencanaan mendalam plus kecepatan penyerangan biasanya selalu sukses. Ini juga berlaku meskipun jika lawan lebih unggul dalam jumlah bidak/personil/persenjataan.

Lalu bagaimana pendapat para ahli? Pensiunan Wakil Kepala Staf Angkatan Udara Australia Peter Nicholson setuju kecepatan manuver merupakan sebuah kunci kesuksesan militer. “Hal itu sudah menjadi insting para pemimpin perang sejak dahulu kala,” katanya. “Napoleon adalah pemimpin perang yang mempelopori pengunaan aspek kecepatan dalam peperangan antar negara. Pemimpin Mongolia juga melakukan hal serupa. Mereka menggunakan kekuatan kecil yang bergerak cepat seperti tentara berkuda untuk menggulingkan teori lama tentang keunggulan jumlah personil.”

Sun Tzu, penulis buku the Art of War, juga menulis: “Sebuah serangan harus dilakukan dengan kecepatan melebihi rata-rata.” Hal ini menurut Sun Tzu harus dilakukan pimpinan militer jika ingin menang perang.

Penyerangan ke Irak merupakan buah kebenaran pertama kesimpulan yang dibuat dari simulasi catur Jason Scholz dan timnya.

“Kami memperhatikan dengan perasaan bangga perdebatan antara Jenderal Tommy Franks, yang menginginkan penggunaan lebih banyak personil dan persenjataan, sementara Menteri Pertahanan AS Donald Rumsfeld lebih menuntut kecepatan tempo penyerangan yang dilakukan oleh unit-unit tempur kecil ,” kata Scholtz.

Berdasar atas hasil simulasi catur, yang lebih menonjolkan kecepatan sebagai sebuah strategi yang lebih menentukan kemenangan, Scholz mengatakan nasehatnya telah sampai ke telinga Menteri Pertahanan AS.

“Pada akhirnya terjadi kompromi,” katanya. “Tapi kecepatan tempo penyerangan sangat memberi keuntungan untuk memberi kemenangan secara cepat di Irak.”

Meski demikian, upaya memenangkan sebuah pertempuran secepat mungkin tidak selalu menjadi strategi terbaik. Scholz menekankan, “Anda barangkali bisa memenangkan pertempuran dengan cepat. Tapi hati dan pikiran penduduk tidak mudah untuk dimenangkan. Dan inilah sumber utama kesulitan terus-menerus yang terjadi di Irak sekarang...” (Guardian/SM)

****

Selasa, 19 Februari 2008

Obituari Bobby Fischer














Bobby Fischer, seorang pecatur antikemapanan, meninggal 17 Januari lalu, dalam usia 64 tahun.

The Economist

edisi 24 Januari 2008

Banyak orang datang untuk bertemu Bobby Fischer. Dan dia selalu siap menemui mereka. Dalam kopernya ia selalu menyimpan botol-botol berisi pil vitamin, obat herbal dan sebotol jus jeruk besar. Itu ia lakukan dalam upaya mengusir racun makanan yang biasa ia santap.

Benda-benda kenangan bersejarah miliknya –notasi pertandingan, album foto, surat dari Presiden Nixon—tersimpan aman di belakang laci penyimpanan yang memiliki dua kombinasi 10 angka di ruang khusus penyimpanan Pasadena, California.

Pada akhirnya, seperti yang ia ungkapkan saat menjadi host bincang-bincang radio di Hungaria dan Filipina, hal itu tak bisa menyelamatkan rahasianya dari Rusia, kaum Yahudi, atau “mata-mata CIA yang bekerja untuk Yahudi.” Namun, setidaknya, ia sudah mencoba.

Ia juga pernah mencoba berhenti main catur. Sebelum mendapat gelar juara dunia setelah menumbangkan Boris Spassky di Reykjavik tahun 1972, ia sempat menepis kamera TV dengan tangannya. Ia merasa sorot kamera itu terlalu terang, membuat pantulan cahaya di papan catur.

Fischer terus menolak dokumentasi TV sampai ia berhasil memenangkan pertandingan pertama dari tujuh kemenangan berturut-turutnya di hadapan penonton. Pada babak ketiga ia juga sempat mendesak menggunakan ruangan kecil, di mana ia bisa berpikir lebih tenang.

Ia memang selalu bermain bagus dalam suasana suram. Dalam pertandingan bersejarah itu, ia seperti mengalami kelahiran baru di alam semesta: ruang kaca Marshall Chess Club di New York City, ketika seorang bocah kabur dari sekolah untuk menghabiskan paginya membaca buku catur lama yang memuat pertandingan abad 19. Pada sebuah meja di Perpustakaan Umum New York, Fischer biasa tenggelam berjam-jam mendalami sejarah, pembukaan dan strategi catur.

Atau, saat ia berjalan-jalan ke rumah kerabat di kawasan Broklyn, tempat ibu dan saudara perempuannya tinggal, ia akan menyusun papan catur di samping kasur, hingga lupa matahari sudah lama tenggelam saat ia asyik melawan dirinya sendiri.

Jika anda bisa melihat ke dalam otaknya, seperti juga harapan lawan-lawan bermainnya, anda akan menemukan keutamaan penyerangan dan bertahan setiap saat ia melangkah. Mungkin, lewat sebuah gerakan langsung benteng atau manuver gajah/patih. Atau kombinasi keduanya seperti pembukaan favoritnya, pembukaan Ruy Lopez.

Atau melalui bayang-bayang ratu untuk melindungi setiap gerak pion dalam versi “beracun” Sisilia, atau ribuan varian lainnya. Di Reykjavik, saat Boris Spassky yang mendapat nasihat dari 35 grand master Rusia, Fischer hanya mengandalkan sebuah buku catatan dan tak memiliki penasehat ahli. Ia cuma bermodal tampang sedih serta kecerdasan pikiran. Dan, ia menang.

Kemenangan itu membuatnya menjadi pahlawan pada era perang dingin. Ia mewakili seorang pecatur individual kaya trik saat berhadapan dengan pecatur yang menjadi mesin kenegaraan. Dan Amerika berhasil mempermalukan Uni Sovyet dalam permainan favorit bangsa itu.

Permainan Fischer memang elegan dan kejeniusan sudah nampak pada masa mudanya: ia meraih gelar grand master pada usia 15 tahun dan 20 kali menang berturut-turut di tingkat kejuaraan dunia 1968-1971. Namun Fischer tetap saja seorang pecatur tampan yang antikemapanan.

Tujuan utamanya bermain catur, seperti sering Fischer ungkapkan, tidak hanya untuk memenangkan pertandingan. Tapi juga untuk menghancurkan pikiran lawan sebelum pikiran lawannya sempat menggeliat. Tujuan lainnya, dalam gaya hidup kapitalis, adalah untuk menjadi kaya raya.

Atas desakan Fischer pula, hadiah uang di kejuaraan dunia catur bertambah dari 1.400 $US menjadi 250.000 $US. Saat melakukan pertandingan ulang dengan Boris Spassky tahun 1992, yang juga ia menangkan, Fischer bisa mengantungi uang hingga 3,5 juta $US. Di beberapa turnamen catur sesudahnya, termasuk di Qatar atau Cesar Palace, ia juga menerima uang penampilan saat penonton melihat permainannya.

Mengikuti turnamen catur adalah cara Fischer. Apalagi setelah pada tahun 1975 ia menolak bertanding sehingga gelar juara dunia caturnya dicopot. Belakangan ia banyak membuat pernyataan kontroversial sehingga menambah deretan musuh baru baginya. Sampai-sampai menjelang akhir hidupnya, hanya pulau Islandia --yang terkenal dingin-- yang masih mau menerima kehadirannya.

Apa yang menjadi kesalahan utama Bobby Fischer sampai sekarang masih menjadi perdebatan. Kombinasi kecerdasan dan disfungsi sosial pada masa kanak-kanak sempat membuat ia diduga menderita autis. Namun ia tumbuh seperti anak normal lainnya: menikmati komik Superman dan sering menonton pertandingan hockey.

Ia tumbuh di era tahun 1960 saat Gereja Tuhan Sedunia berkembang. Dari sini pula barangkali ia belajar membenci dan menolak kaum Yahudi, meski ia sendiri keturunan Yahudi. Ibu kandungnya keturunan Yahudi totok. Ibunya sempat membawa dia ke psikolog karena dianggap memiliki kelainan akibat perhatiannya pada catur, sampai-sampai Fischer selalu membawa papan catur ukuran saku di kantungnya saat makan malam keluarga.

Kemungkinan lain –seperti pernah disampaikan beberapa orang— ia gusar saat melihat sambutan dingin pemerintah Amerka ketika ia mengalahkan Spassky kedua kalinya dalam sebuah pertandingan ulang tahun 1992. Padahal ia harus bermain diam-diam alias penuh kerahasiaan di bekas negara Yugoslavia.

Fisecher pernah menyatakan pemerintah Amerika ”bertanggungjawab” bila ia mati. Ia juga menyebut serangan teroris tahun 2001 ke World Trade Center sebagai ”kabar bagus.” Setelah semua jasa-jasanya di dunia catur, untuk pertama kalinya, air dingin, bak menyapu jejak-jejak kebaikannya yang tertera di atas pasir.

Barangkali, pada akhirnya, kesulitan-kesulitan itu muncul karena: catur itu --seperti sering ia ungkapkan-- adalah kehidupan. Tidak yang lain.

Fischer memang tidak terlalu bagus untuk hal lain. Tidak pada saat ia duduk di bangku sekolah, tidak juga saat ia mengerjakan profesi lain. Ia juga tak pernah menikah. Ia hanya menaruh perhatian serius setiap menit hidupnya pada keberadaan 32 buah bidak catur di 64 kotak hitam-putih. Ia bermimpi memiliki sebuah rumah di kawasan Beverly Hills yang dibangunnya dari hasil memindahkan sebuah benteng.

Tanpa manafikan latar belakang ini, ia tetap salah satu pecatur dunia paling kreatif. Tak seorang pun bakal melupakan permainan caturnya yang mengambarkan taktik jenialnya.

Kebanyakan kejuaraan dunia sekarang, klaim Fischer, merupakan hasil penataan baru, membuktikan bahwa ”catur tua” sudah mati. Semua permainan tingkat tinggi kini mengarah ke hakekat catur.

Ia memperkenalkan sebuah versi baru, Fischer Random, saat buah hitam memiliki kans menang walau tertinggal satu langkah dari putih. Ya, garis itu kembali dihidupkan Fischer sekaligus mengingatkan aturan klasik catur: menyerang, bertahan, memakan, dan melakukan pengorbanan.

Kemenangan catur pada akhirnya adalah akumulasi seluruh upaya yang telah dikeluarkan. Dari sisi ini, dan dari peperangan yang ia kobarkan, Fischer tak pernah berusaha lari.

****

Rabu, 13 Februari 2008

A. Timofeev Juarai Moscow Open 2008

Setelah babak ke-8 dari sembilan partai turnamen Grand Master (GM) Rusia, Ernesto Inarkiev, memimpin, dengan kemenangan 7 kali berturut-turut! Setengah poin (0,5) di belakangnya ada Artyom Timofeev dan Alexander Lastin.

Perubahan mendadak justru terjadi pada partai terakhir saat Inarkiev melawan Timofeev, Minggu (10/2/2008). Partai terakhir ini merupakan pertarungan alot dan menghabiskan 117 langkah, yang akhirnya membuat Timofeev-lah yang memenangkan pertarungan tersebut.

Festival Catur Moscow Terbuka ke-4 mengambil tempat di Russian State Social University sejak tanggal 2-10 Februari 2008. Turnamen ini terbagi dalam empat kelas, Open A. Turnamen B, Wanita Terbuka dan turnamen catur anak-anak..Setiap turnamen menggunakan sistem Swiss 9 partai. Total hadiah yang disediakan mencapai 5.000.000 rubel (Rp 45 milyar).

Setelah delapan babak, GM Ernesto Inakiev memimpin 0,5 poin. Kekalahannya hanya terjadi pada partai pertama saat melawan Master Fide (MF). Tapi ia kemudian memenangkan 7 partai langsung.

Berikut adalah contoh permainan yang amat menghibur saat Inakiev melawan M Kazhgaleyev di babak keenam tanggal 7 Februari.Sekedar catatan kode notasi diambil sesuai aslinya, K= Raja, Q= Ratu, R=Benteng, B=Patih, N= Kuda.

E. Inarkiev (2681) putih vs M. Kazhgaleyev(2594) hitam

1.e4 e5 2.Nf3 Nc6 3.Bb5 a6 4.Ba4 d6 5.0-0 Bd7 6.c3 g6 7.d4 Bg7 8.Re1 b5 9.Bb3 Nf6 10.Nbd2 0-0 11.h3 Re8 12.a3 h6 13.Bc2 Nh5 14.Nf1 Nf4 15.Bxf4 exf4 16.Qd2 g5 17.Rad1 Qe7 18.Qd3 Kf8 19.Bb3 Rad8 20.Ba2 Qf6 21.N3h2 h5 22.Qf3 Qh6 23.g4 hxg4 24.Nxg4 Qg6 25.Nfh2 Ne7 26.Qg2 Bc6 27.d5 Bd7 28.Nf3 Qh5 29.e5 dxe5 30.Ngxe5 Bxe5 31.Nxe5 Bxh3 32.Qh1 Nf5 33.Rd3 g4 34.Qe4 f6 35.d6 Rxe5 36.dxc7 Rde8 37.Qb4+ Ne7 38.Red1

38...Bg2 39.Kxg2 f3+ 40.Kg3 Rf5?? Hitam akan mati dalam tujuh langkah: 40...Qh3+ 41.Kf4 Qh2+ 42.Kxg4 Qg2+ 43.Kf4 Rf5+ 44.Ke4 Qg4+ 45.Ke3 Qg5+ 46.Kd4 Qf4#.

41.Qxe7+ Kxe7 42.Rd7+ Kf8 43.Rh1 Qxh1 44.Rf7+ Kg8 45.Re7+ Kh8 46.Rxe8+ Kg7 47.Rg8+ Kh7 48.Rh8+ Kxh8 49.c8Q+ Kg7 50.Qg8+ 1-0.

E Inakiev menang dan memimpin turnamen dengan 0,5 poin dari GM Artyom Timofeev (2664) dan Alexander Lastin (2604) , keduanya berasal dari Rusia.

Namun perubahan mendadak, justru terjadi pada partai terakhir, partai yang amat menentukan.

A. Timofeev (2664) putih - E. Inarkiev (2681) hitam

1.e4 e5 2.Nf3 Nc6 3.Bb5 a6 4.Ba4 Nf6 5.0-0 Be7 6.Re1 b5 7.Bb3 0-0 8.h3 Bb7 9.d3 d6 10.c3 Na5 11.Bc2 c5 12.Nbd2 Re8 13.Nf1 Bf8 14.Bg5 h6 15.Bh4 Be7 16.Ne3 g6 17.Nh2 Nc6 18.Bb3 Nh7 19.Bxe7 Nxe7 20.Neg4 Kg7 21.Qd2 Ng8 22.Ne3 Ngf6 23.Rad1 h5 24.Nf3 Bc8 25.Nf1 Ra7 26.Bc2 d5 27.exd5 Qxd5 28.Bb3 Qd6 29.d4 exd4 30.Rxe8 Nxe8 31.cxd4 c4 32.Bc2 Nhf6 33.Ne5 Re7 34.Qg5 Nh7 35.Qg3 Qf6 36.Ne3 h4 37.Qh2 Qd6 38.Qf4 Qf6 39.Qh2 Qd6 40.b3 c3 41.Qf4 Qf6 42.Qe4 Bb7 43.Qd3 b4 44.N3g4 Qf4 45.Qc4 Nhf6 46.Qxb4 Nxg4 47.Nxg4 Rc7 48.Qa5 Nf6 49.Nxf6 Kxf6 50.d5 Qe5 51.Qb6+ Kg7 52.Qd4 Qxd4 53.Rxd4 Kf6 54.d6 Rd7 55.Rc4 Rxd6 56.Rxc3 Rd2 57.Kf1 Rd7 58.Rc4 Kg5 59.Rg4+ Kh5 60.a4 f5 61.Rc4 Bd5 62.Rc3 Kg5 63.g3 hxg3 64.fxg3 Bf7 65.Ke2 Rb7 66.Kd2 Bd5 67.Bd1 Rb4 68.Rc5

68...Bxb3 69.Kc3 Bxa4 70.h4+ Kh6 71.Kxb4 Bxd1 72.Kc3 Bf3 73.Kd2 Kh5 74.Ke3 Kg4 75.Kf2 Be4 76.Rc4 g5 77.hxg5 Kxg5 78.Rc7

Sekarang secara teoritis Hitam bisa melakukan remis (draw), 78...f4 dan Hitam tak bisa menggerakan posisi bidaknya. Setelah 79.gxf4+ Kxf4 80.Ra7 Ke4 81.Rxa6 Putih tak akan bisa menang hanya dengan mengandalkan benteng ( R ) dan patih (B) . Sementara Inarkiev meninggalkan bidak di samping raja yang sudah dikuasai Timofeev. 78...Kf6? 79.Ra7 Bd3 80.Ke3 Bf1 81.Kf4 Ke6 82.Ra8 Bb5 83.Rb8 Bd3 84.Rb3 Bc4 85.Re3+ Kd6 86.Kxf5 Kc5

Sekarang Timofeev kehilangan peluang untuk menang mudah: 87.Rc3! Putih akan memperoleh patih dan memenangkan posisi bidak untuk promosi.: 87...Kd4 88.Rxc4+ Kxc4 89.g4 a5 90.g5 a4 91.g6 a3 92.g7 a2 93.g8Q+ (ya, dengan skak, Raja hitam akan terpojok di c4. 87.Re8 dan sekarang Timofeev memperoleh kesempatan menang secara gemilang. 87...a5 88.Ra8 Kb4 89.Ke5 a4 90.Kd4 Be2 91.Ke3 Bb5 92.Kd2 a3 93.Kc2 Bd7 94.Kb1 Be6 95.Re8 Bd7 96.Re4+ Kc5 97.Ka2 Kd5 98.Re3 Kd4 99.Re7 Bf5 100.Kxa3 Kd5 101.Kb4 Be6 102.Kc3 Ke5 103.Kd3 Kf6 104.Ra7 Kg5 105.Ke3 Kf5 106.Kf3 Bd5+ 107.Kf2 Be6 108.Ra5+ Kg4 109.Rc5 Bb3 110.Re5 Bg8 111.Re4+ Kg5 112.g4 Kh4 113.Ke3 Kg5 114.Rd4 Be6 115.Kf3 Kh4 116.Kf4 Bxg4

117.Rd8. Saat ini secara teoritis patih dan benteng tidak akan berakhir dengan sebuah permainan draw sejak Hitam kehilangan patih melalui gerakan: 117...Kh5 118.Rh8+ Kg6 119.Kxg4 or 117...Be2 118.Rh8+ Bh5 119.Rh7 Kh3 120.Rxh5+. 1-0

Dengan kemenangan ini, Inarkiev menghentikan permainan Timofeev dan mendapat gelar juara turnamen.

Maka Artyom Timofeev memenangkan turnamen Open A dengan poin 7.5/9, setengah poin di depan perolehan nilai sembilan GM lain yang rata-rata hanya mendapat 7 poin.

Di bawah ini skor perolehan Open A (final).

Nama Negara Rtg Pts. TB1 TB2 TB3

1 GM Timofeev Artyom RUS 2664 7.5 38.0 6 50.0

2 GM Riazantsev Alexander RUS 2628 7.0 37.5 6 49.5

3 GM Volkov Sergey RUS 2623 7.0 37.5 5 47.5

4 GM Efimenko Zahar UKR 2638 7.0 37.0 6 47.5

5 GM Lastin Alexander RUS 2604 7.0 37.0 5 47.0

6 GM Jobava Baadur GEO 2643 7.0 36.5 5 46.5

7 GM Inarkiev Ernesto RUS 2681 7.0 35.0 7 47.0

8 GM Kazhgaleyev Murtas KAZ 2594 7.0 34.5 6 41.0

9 GM Moiseenko Alexander UKR 2643 7.0 34.5 5 45.0

10 GM Kurnosov Igor RUS 2577 7.0 32.5 6 40.5

11 GM Motylev Alexander RUS 2644 6.5 34.5 4 46.0

12 GM Naiditsch Arkadij GER 2638 6.5 34.0 5 44.0

13 GM Kobalia Mikhail RUS 2623 6.5 33.5 5 46.5

14 GM Korobov Anton UKR 2573 6.5 33.5 4 44.5

15 GM Potkin Vladimir RUS 2609 6.5 33.5 4 43.5

16 GM Khairullin Ildar RUS 2544 6.5 32.0 5 42.0

17 FM Zabotin Alexander RUS 2495 6.5 32.0 4 42.0

18 GM Malakhov Vladimir RUS 2689 6.5 31.5 5 43.0

19 GM A. Alexander UKR 2645 6.5 31.0 6 43.0

20 GM Aleksandrov Aleksej BLR 2618 6.5 30.5 4 42.5

21 GM Rodshtein Maxim ISR 2614 6.5 27.5 5 37.0

****

Selasa, 12 Februari 2008

Teka-Teki: Cara Cepat Membunuh Lawan (1)

Ini merupakan sebuah soal catur yang mudah. Tugas putih adalah membunuh raja yang ada di h8 dalam dua langkah brilian. Silahkan menjawab.


Jawaban yang benar.

Sabtu, 02 Februari 2008

Juara Catur Baru Kuba: Yuniesky Quesada

Yuniesky Quesada, Kamis (31/1/2008) malam, tak mensia-siakan kesempatan emas. Mendapat gelar Grand Master dari FIDE Santiago, mengalahkan Master FIDE Lelys Martínez (2.445), dan menjadi Juara Catur Kuba yang baru.

Pemuda dari provinsi Villa Clara ini mengalahkan lawan terakhirnya setelah langkah ke-60 Pertahanan Sisilia dan mengamankan satu tempat untuk dirinya di tim catur Kuba untuk mengikuti Olimpiade Catur bulan November depan.

Quesada menggunakan metode tradisional: bermain bertahan saat memegang buah hitam dan saat memegang buah putih tak memberi kesempatan lawan untuk menang.

Itu yang terjadi pada Rabu malam. Saat memegang buah hitam ia memilih draw (remis) dengan MF Lely Martinez, namun memukul lawannya sehari kemudian melalui 60 langkah Pertahanan Sisilia.

Raja catur baru kuba ini tidak sempat bermain dengan bekas juara dunia GM Lázaro Bruzón (2607) setelah ia kalah di semifinal melawan Lelys. Namun kemenangannya ini tetap saja penting.

Quesada kini berada di rangking ketiga nasional dengan elo rating 2.590. Ia mengatakan kini tengah mempersiapkan dirinya mengikuti turnamen besar tahun ini, seperti Capablanca In Memoriam Tournament in Havana dan World Chess Team Olympiad di Jerman.

Di semifinal, Quesada menyisihkan GM Holden Hernandez sementara MF Lely Martinez secara mengejutkan menyingkirkan juara bertahan GM Lazaro Bruzon. ***

Kamis, 31 Januari 2008

GM Bu Ziangzhi Capai Elo Rating 3022

Pecatur China, Bu Ziangzhi, kini berumur 22 tahun. Ia memperoleh gelar Grand Master (GM)-nya saat berusia 13 tahun, 10 bulan 13 hari. Ia pun menjadi GM termuda sedunia (pada masa itu).

Setelah menempuh 8 babak turnamen 6th Gibtel Chess Festival di Gibraltar, Bu memimpin 7,5 dari hasil maksimal 8.

Turnamen 6th Gibtel Chess Festival berlangsung sejak tanggal 22-31 Januari 208. Turnamen itu digelar di Hotel Caleta, salah satu hotel terbaik di Gibraltar.

Gibraltar, seperti kata pecatur Nigel Short, adalah sebuah lokasi yang memicu cinta sekaligus benci. Itu adalah pulau karang, tempat pangkalan Angkatan Laut Inggris terpenting untuk mengawasi hilir-mudik kapal di Selat Mediterania. Dari pulau ini negara Afrika dapat terlihat lewat mata telanjang. Begitu juga lalu-lalang kapal di Selat Meditterania. Jumlah penduduknya cuma 10.000 jiwa.

Hotel Caleta berada di sebelah timur pulu karang itu. Kota utama berada di sisi lainnya, sehingga para pecatur praktis terisolasi.

Pada partai kedelapan, Bu memukul Victor Bologan lewat manuver kombinasi antara Benteng dan Patih guna mencetak rekor lima kali kemenangan berturut-turut.

Setelah partai kedelapan ia telah bermain dengan tujuh GM dan mecetak point 7,5 dari 8 nilai maksimal. Ia unggul 1,5 poin dari pecatur terdekat. Alhasil elo rating Bu sejauh ini begitu fenomenal: 3022!

Pecatur China ini berada pada peringkat pertama tabel. Ini merupakan bendera merah bagi 7 GM yang rata-rata baru mencetak 5 poin. Apalagi kini hanya tinggal dua partai yang tersisa.

Bu mengenal catur sejak usia enam tahun. Dalam perjalanannya, bakatnya sebagai pecatur mulai terlihat. Buku catur pertama yang ia baca adalah tulisan Bobby Fischer: My 60 Memorable Games.

Pada usia 12 tahun ia menyabet gelar Juara Dunia Catur Di Bawah 14 Tahun. Pada musim semi tahun 1999 Bu mendapat norma GM ketiganya hanya dalam tempo dua bulan. Pada bulan September tahun yang sama, saat berusia 13 tahun, 10 bulan 13 hari ia menyabet gelar sebagai GM termuda dalam sejarah. ***

Senin, 28 Januari 2008

Bila Karl Marx Bermain Catur

Karl Marx adalah salah seorang tokoh pencinta catur. Setelah pengarang buku Das Kapital ini wafat, kawan dekatnya Wilhelm Liebknecht mengambarkan betapa kecewanya Marx setiap kali ia kalah (W. Liebknecht: Karl Marx zum Gedaechtnis).

Di London, saat Karl Marx dan pelarian politik lainnya berkumpul sekitar tahun 1850, Marx mengumumkan telah menemukan sebuah langkah pembukaan catur baru yang membuatnya yakin bisa mengalahkan lawan-lawannya. Marx tidak tengah sesumbar. Ia terbukti terus mengalahkan lawan-lawannya.

Kemenangan Marx itu terus berlangsung sampai Liebknecht berhasil menemukan pertahanan baru dan akhirnya mengalahkan Marx. Marx jelas tak puas. Ia menantang pertandingan ulang pada esok pagi di rumahnya sendiri.

Ketika Liebknecht tiba esok paginya, istri Marx tengah beristirahat dan seorang pembantunya, Lencen, langsung menatapnya dengan sorot mata tak bersahabat. Marx sendiri sudah siap di depan papan catur. Nampaknya sepanjang malam ia telah berlatih dan telah menemukan langkah baru. Marx berhasil menang di babak pertama hingga semangatnya ikut terkerek. Ia lalu menyantap sandwich. Namun pertandingan berikutnya dimenangkan Liebknecht.

Kedua sahabat ini terus bermain hingga tengah malam. Sampai saat pembantu rumah Marx menyela seraya mengatakan pertandingan itu sudah cukup sampai di situ.

Keesokan paginya, pembantu Marx, Lencen, datang ke rumah Liebknecht sambil membawa pesan dari istri Karl Marx. Istri Marx memohon agar ia berhenti mengajak suaminya bermain catur hingga larut malam.

Salah satu permainan Marx yang terekam di buku literatur catur klasik adalah pertemuannya dengan Meyer. Saat itu Karl Marx memegang buah putih. Sekedar catatan, kode notasi ini diambil sesuai aslinya, K= Raja, Q= Ratu, R=Benteng, B=Patih, N= Kuda.

Karl Marx (putih) Vs Meyer (hitam).

1. e2-e4 e7-e5 2. f2-f4 e5xf4 3.Ng1-f3 g7-g5 4. Bf1-c4 g5-g4 5. 0-0. Pada masa itu pembukaan Muzio Gambit sangat terkenal.

5...g4xf3 6. Qd1xf3 Qd8-f6 7. e4-e5 Qf6xe5 8. d2-d3 Bf8-h6 9. Nb1-c3 Ng8-e7 10. Bc1-d2 Nb8-c6 11. Ra1-e1 Qe5-f5. Langkah ini dimainkan pertama kali oleh Kolisch-L. Paulsen, di London, 1861.

12. Nc3-d5 Ke8-d8 13. Bd2-c3. Langkah ini pernah dicoba Chigorin dan terbukti berhasil. 13. Qe2 merupakan langkah yang sebaiknya diambil hitam.

13...Rh8-g8 14. Bc3-f6 Lebih baik jika putih mengambil langkah 14. Rxe7, seperti pertandingan Mackenzie-N.N. di New York tahun 1883.

14...Bh6-g5 15. Bf6xg5 Qf5xg5 16. Nd5xf4 Nc6-e5

Sesudah 16...Nd4 17. Qf2-Ne6 Putih tidak akan memiliki buah yang cukup.

17. Qf3-e4 d7-d6 18. h2-h4 Qg5-g4 Seharusnya 18...Qg7 agar lebih kuat

19. Bc4xf7 Rg8-f8 20. Bf7-h5 Qg4-g7 21. d3-d4 Ne5-c6 22. c2-c3 a7-a5 23. Nf4-e6+ Bc8xe6 24. Rf1xf8+ Qg7xf8 25. Qe4xe6 Ra8-a6 26. Re1-f1 Qf8-g7 27. Bh5- g4 Nc6-b8 28. Rf1-f7 Hitam menyerah.

Terlepas dari kemenangannya, permainan Marx agak tidak materialistik, karena melakukan pengorbanan bidak setelah melakukan pembukaan catur modern.

Permainan Marx memang bukan tanpa kesalahan, tapi Karl Marx tetap mengendalikan permainan dan serangan. (Hans Ree, “NRC-Handelsblad" edisi 1 April 2000). ***

Saat Elmaut Menolak Tawaran Draw Soeharto

Diktaktor yang pernah berkuasa selama 32 tahun, Soeharto (87), akhirnya menyerah pada sang elmaut. Senin (27/1/2008) siang tadi, jasad Soeharto dimakamkan di Astana Giribangun, Solo.

Selama berpekan-pekan, jendral berbintang lima ini telah mencoba mengulur waktu dengan maut. Bila diibaratkan permainan catur, Soeharto ingin bermain draw (remis) dengan elmaut.

Sejak dirawat di Rumah Sakit Pusat Pertamina Pusat awal Januari 2008, Soeharto memang telah menolak mati. Berbagai aspek mistik dan ilmu kanuragan ia kerahkan untuk menahan kematian meski secara klinis ia sebenarnya sudah wafat.

Selama berminggu-minggu jutaan korban dan keluarga korban pelanggaran hak asasi manusia Soeharto, menyaksikan dengan was-was. Ya, otak pembunuhan massal 500.000 – 1.000.000 warga sipil tahun 1965, pembantaian aktivis masjid di Tanjung Priok 1986, hingga penculikan aktivis mahasiswa tahun 1998 ini, mencoba berdamai dengan sakaratul maut.

Sayang, malaikat pencabut nyawa tak bisa disuap. Akhirnya, otak penculikan aktivis mahasiswa tahun 1998 ini menutup mata. Itupun setelah berpekan-pekan rakyat Indonesia menyaksikan dengan rasa iba sekaratnya Soeharto.

Seorang ibu dua anak di kawasan Tebet, Dhini (43), dua pekan lalu menyebut sekaratnya Soeharto merupakan pelajaran bagi yang hidup. Sejak dua pekan lalu Dhini memang sudah mengambil kesimpulan Soeharto secara klinis sudah mati. Namun, penolakannya untuk mati pada elmaut, telah membuat ia sekarat hingga tiga pekan.

Menurut Dhini, pesan Tuhan melalui malaikat maut untuk mempertontonkan sekaratnya Soeharto ke rakyat Indonesia hingga tiga pekan lebih, amat jelas dan terang benderang. Dengan membuat Soeharto tersiksa selama tiga pekan, ini merupakan momentum bagi Tuhan untuk memperingatkan manusia Indonesia agar berhenti korupsi dan berhenti menindas.

Ibarat permainan catur, Soeharto memang sudah mencoba meminta draw dengan elmaut. Sayang, tawaran itu ditolak.

Setelah mempermalukan dan menyiksa Soeharto melalui permainan panjang, sang elmaut melancarkan jurus pamungkasnya: skak mat!

Dan, Soeharto pun menyerah….

***

Selasa, 22 Januari 2008

Mengenang Duel Fischer-Spassky


Saya masih mengenang petarungan perebutan gelar juara dunia catur antara Fischer-Spassky di Reyjavik, Iceland, paling tidak karena dua alasan. Alasan pertama pada masa itu saya baru mulai belajar bermain catur.

Ayah mengajak saya bermain catur sejak saya masih kanak-kanak, untuk melupakan tempat kontrakan kumuh yang kami sewa. Saya langsung menyukai permainan ini.

Beberapa waktu kemudian, saya mulai bisa menghargai keindahan permainan ini dengan mengikuti permainan dua maestro catur tingkat dunia itu di majalah Now tahun 1972 saat saya masih duduk di sekolah menengah.

Salah seorang guru yang kelak menjadi sahabat karib saya, Wawel Osorio, mulai mengajar saya bermain catur lebih saintifik. Dan di pojok kantin sekolah kami biasa bermain sambil bertaruh segelas kopi bagi yang menang.

Osorio kerap mengatakan bahwa saya bisa cepat maju dalam permainan catur jika saya mau sedikit berkorban dan menderita. Maka saya berupaya terus belajar dengan cepat. Dan, saya merasa bangga karena akhirnya saya mendapat segelas kopi hangat setelah berhasil mengalahkannya.

Saya lalu mulai membeli buku-buku catur. Termasuk buku-buku yang ditulis Grand Master Filipina pertama, Eugene Tore. Buku-buku catur Tore sudah seperti buku suci. Dengan berjalannya waktu, saya tak lagi dianggap anak ingusan dan mulai diterima di komunitas catur.

Saya juga mengikuti pertandingan antara Fischer-Spassky sama bergairahnya seperti saat saya menonton pertandingan tinju antara Ali-Foreman setahun sebelumnya. Dalam dua peristiwa itu, saya terkesan dengan kemenangan dramatis dari dua orang tokoh olahraga yang menjadi idola hidup saya. Saya jadi teringat kata-kata seorang pecatur dunia: “Hanya ada dua jenis olahraga: catur, dan olahraga lainnya.”

Menonton drama pertandingan Fischer-Spassky sama lamanya seperti halnya menunggu lumut tumbuh di atas bebatuan. Namun Fischer merupakan seorang Mozart catur, seperti halnya Ali seorang Mozart dalam tinju.

Dalam pertandingan itu Fischer tampil brilian dan karismatik. Ia memang seorang anak ajaib yang bisa mengalahkan siapa pun, baik di Amerika Serikat maupun pecatur hebat lainnya di seantero dunia. Raja catur tanpa elu-eluan publik itu berhasil menjotos aparat politik Sovyet atas kemenangannya atas Spassky. Persis di depan publik dunia.

Perebutan juara dunia catur itu berlangsung di Reykyavik sejak bulan Juli hingga September 1972. Pertandingan ini merupakan pertandingan catur yang paling banyak menyedot perhatian publik dunia. Secara khusus, pertandingan itu memang tak semata pertandingan catur. Namun juga mewakili dua kutub yang tengah berseteru hebat dalam era Perang Dingin.

Pertandingan itu karenanya seperti sebuah arena tanding antara kepercayaan pada manusia sebagai individu dan manusia sebagai sebuah kumpulan massa, pertarungan antara manusia melawan mesin, calon juara yang tidak diunggulkan dan juara tetap yang dipuja-puja.

Tak ada yang membantah dominasi Sovyet dalam catur pada masa itu. Selama 35 tahun, pecatur Sovyet memang selalu mendominasi juara dunia catur.

Pertarungan itu sendiri berlangsung hingga nyaris tiga bulan, dan inilah alasan kedua mengapa saya mengenang betul pertandingan itu. Tak seperti era sekarang, dulu tak ada internet yang membuat orang bisa memperoleh hasil pertandingan secara instan. Anda hanya bisa mendapat informasi atas pertarungan dua maestro catur itu melalui media cetak. Ini menjadi masalah karena di negara saya banjir justru terjadi selama bulan Juli-Agustus, sehingga banyak koran tak sampai ke pelanggan karena dihanyutkan banjir.

Maka saya terpaksa berlangganan majalah Now untuk mengikuti tahap-tahap pertandingan tersebut. Selama itu hanya satu edisi yang tak sampai ke rumah karena mobil pengangkut terjeblos ke sungai.

Fischer akhirnya mengalahkan Spassky dan menjadi juara dunia catur yang baru. Namun itu hanyalah permulaan dan bukan akhir. Gelora saya pada permainan catur makin membara setelah menyaksikan pertandingan dramatis tersebut.

Saya lagi-lagi jadi teringat kata mutiara seorang grand master catur : “Catur terlalu serius untuk diangap remeh namun juga terlalu remeh jika harus dianggap sesuatu yang serius.” Karena itu saya memutuskan berhenti bermain catur. Saya merasa tak bisa bermain lebih baik dari orang yang memang berbakat.

Banjir pada bulan Juli-Agustus di Filipina akhirnya berakhir. Bunga-bunga matahari mulai tersenyum lagi. Satu bulan kemudian, Ferdinand Marcos mengumumkan keadaan darurat.

Dan, segalanya terus memburuk sejak saat itu... (Conrado de Quiros, The Philippine Daily Inquirer) ***

Senin, 21 Januari 2008

Mengenang Fischer

Saya pertama kali menang melawan Bobby Fischer saat saya berhasil menukar benteng saya dengan ratu miliknya. Ini membuat keunggulan saya atas dirinya dalam hitungan setengah detik.

Namun akhirnya saya kalah. Dan saya tahu mengapa hal itu terjadi.

Sebab saya bertanding dengan Bobby Fischer.

Peristiwa ini terjadi pada bulan Agustus 1971, saat Fischer tampil di turnamen catur cepat yang diadakan di Klub Catur Manhattan di pojok jalan Midtown.

Kala itu Fischer berhadapan dengan 11 master catur setempat dalam “permainan catur lima menit." Masing-masing pemain harus menyelesaikan seluruh langkahnya dalam waktu tersebut.

Dalam pertandingan pertamanya Fischer menghadapi pemain termuda di turnamen itu, yaitu saya. Saya sudah mengenal namanya sejak delapan tahun lalu namun tak pernah bermain.

Saya terpesona. Beberapa bulan sebelumnya, Fischer mengalahkan pecatur tingkat dunia dengan angka telak 6-0. Kemenangan itu sebelumnya tak pernah diduga. Sebelumnya malah banyak orang pesimis Fischer mampu mengalahkan pecatur kuat tersebut.

Setelah itu semua menduga ia akan memenangkan juara catur dunia dalam tempo kurang dari satu tahun. Dan, ia kemudian memang meraihnya.

Dalam pertandingan kami, saya memegang buah putih. Setelah enam langkah, belasan orang yang menyaksikan pertandingan ini segera tahu saya menggunakan pembukaan kesukaan Fischer untuk melawan dia.

Jari-jari panjang dengan kukunya yang terawat kemudian menghentikan manuver saya. Setelah 15 langkah, ia mulai mendapat keunggulan. Namun pada langkah ke-25 ia harus meninjau ulang taktiknya dan saya berhasil mendapat ratu miliknya untuk saya tukar benteng.

Akhir pertandingan masih amat kompleks dan saya baru menyedari: Laki-laki yang ada di meja seberang adalah seorang Bobby Fischer. Maka, tak ada yang mengejutkan pada langkah-langkah berikutnya.

Saya mengalami krisis waktu. Saya hanya memiliki waktu sisa hanya satu menit dan tak bisa bergerak leluasa lagi. Jarum jam di meja saya tinggal menyisakan 10 detik sebelum terjatuh saat saya menyalami dan mengakui kemenangan taktisnya.

Ia mengalahkan saya lagi, kali ini dengan mudah, dalam pertandingan kedua kami. Ia kemudian memenangkan turnamen itu dan saya menempati urutan kedua. Tapi apa yang terjadi jika saya masih memiliki waktu satu atau dua menit lagi? Apakah saya benar-benar akan mengalahkan Bobby Fischer? (Andy Soltis, The New York Post)

Bobby Fischer Wafat

Bobby Fischer, mantan juara dunia yang menumbangkan juara dunia catur asal Rusia Boris Spassky dalam pertarungan klasik di Era Perang Dinggin, wafat pekan lalu.

Anak ajaib yang sempat disebut sebagai Mozart catur ini, merupakan salah satu pemain terbesar dalam sejarah. Walau demikian prasangka anti-Semit membuat ia tenggelam beberapa tahun terakhir.

Fischer (64) mengalami gagal ginjal pada hari Kamis (19/1/2008) waktu setempat. Ia meninggal di rumahnya di Reykjavik, Iceland, tempat ia menghabiskan waktu selama 15 tahun terakhir.

Joseph Virovatz (85), adalah kawan akrab Bobby Fischer sejak tahun 1960-an. Joseph adalah salah satu korban pembantaian Yahudi oleh Hitler (holocaust) yang selamat. Dan ia masih mengingat, pada suatu hari di tahun 1961 ketika ia, Fischer dan Pal Benko, berkumpul di apartemen Benko.

“Hari itu sangat indah, matahari bersinar cerah di luar sana, namun Booby memilih duduk di tempat teduh seraya melontarkan pandangan ke arah Barat. Ia memang menyukai Barat, “ kenang Vitovatz saat ditemui The New York Times di toko caturnya, Village Chess Shop. Di tempat Virovatz masih berlatih catur cepat.

“Ia selalu ingin menjadi juara dunia catur, namun gagal,” tuturnya.

Tiga sahabat karib itu biasa menghabiskan petang bersama-sama. Sering kali, mereka makan di restoran Hungaria di pinggir jalan Second Avenue, Brooklyn, New York, Amerika Serikat. Salah satu tempat yang kerap mereka kunjungi lainnya adalah Restoran Tip Top.

Saat makan bersama, Fischer tak hanya bicara soal catur, tapi juga hal lainnya. Misalnya buku yang baru ia baca dari koleksi komiknya, yang salah satunya adalah edisi pertama komik Superman.

Selain menghabiskan waktu dengan teman-temannya, Fischer juga kerap menghabiskan waktunya di Perpustakaan Umum New York. “Dia bisa menghabiskan waktu 12-14 jam untuk mempelajari permainan master-master tua catur pada periode 1850-an,” kata Virovatz.

Meski lahir di Chicago, Fischer belajar di Brooklyn dan menjadi seorang bintang di Manhattan. Ia biasa bermain di Washington Square Park dan Klub Catur Manhattan. Fischer pun menjadi anggota termuda klub catur itu ketika bergabung pertama kali pada usia 12 tahun di bulan Juni 1955. Klub itu tetap eksis di Manhattan sebelum akhirnya ditutup tahun 2002.

Di klub catur itu pula Fischer memulai debutnya dengan mengalahkan 12 pecatur senior yang melawannya secara bersamaan di klub itu.

Empat tahun kemudian Fischer masuk ke dalam sebuah kelompok yang menantang seorang master catur di sebuah pertandingan yang digelar di Perpustakaan Umum Brooklyn, Plaza Grand Army.

Setelah dikalahkan master itu dalam tempo kurang dari 15 menit, Fischer menangis tersedu-sedu. Tapi ia mendapat selamat dari Carmine Nigro, Ketua Klub Catur dan Pecatur Brooklyn.

Nigro pula menjadi kelak menjadi pelatih Fischer. Dengan bantuan Nigro, Fischer bisa menonton pertandingan antara pecatur Uni Sovyet dan Amerika Serikat yang digelar di Hotel Roosevelt Manhattan pada bulan Juni 1954.

Pada saat yang sama, ibu Fischer makin prihatin melihat obsesi anaknya pada catur. Ia malah pernah membawa anaknya menemui psikiater di Rumah sakit Brooklyn Jewish, dan sang dokter menyatakan rohani Fischer tak kurang satu apa.

Fischer lalu sekolah di SMA Hall Flatbush Avenue, yang kemudian membuat dia berkawan dengan Barbera Streisand. Tapi Fischer tak menyelesaikan pendidikan SMA-nya karena seluruh perhatiannya tertuju pada catur.

Selebihnya adalah sejarah. Dan kemarin, maestro catur itu telah berpulang….