Tampilkan postingan dengan label chess. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label chess. Tampilkan semua postingan

Selasa, 10 Juni 2008

Ketika Hip-Hop, Seni Bela Diri dan Catur Bersua

Bagaimana seni musik Hip-Hop, seni bela diri dan catur bergabung? Jangan heran. Bagi RZA, pendiri grup musik rap Wu-Tang Clan, ketiga hal itu bisa bersatu secara harmonis.

Rapper RZA, pendiri Wu Tang Clan, tengah duduk di kamarnya di lantai 48 Hotel Mandarin Oriental yang persis menghadap Central Park. Ia tengah menikmati permainan catur di atas meja kaca transparan. Tangannya terlihat membeku beberapa inci di atas papan saat ia melihat dengan teliti langkah catur lawannya.

Catur memang memiliki peran penting dalam proses kreatif grup rap Wu-Tang Clan. Lagu-lagu yang dgubah banyak berbicara tentang permainan catur. Dalam “The Wu Tang Manual,” sebuah buku terbitan 2005 yang bercerita tentang anggota kelompok musik rap ini, RZA (dibaca RIZa) menulis catur merupakan bagian mendasar Wu-Tang. “Karena ini merupakan permainan perang –tentang medan pertempuran. Dan, Wu-Tang dibangun dari pertempuran, dengan cara saling menantang setiap orang.”

RZA, 38 tahun, mempelajari permainan catur sejak usia 11, dari seorang gadis yang, seperti ia tulis dalam bukunya, juga merampas keperjakaannya. Ia dan saudara sepupunya GZA, salah seorang pendiri grup rap ini, sama-sama menyukai catur. Namun mereka tidak terlalu sering bermain catur pada saat kecil karena, seperti dikatakan GZA, mereka terlalu miskin untuk memiliki sendiri sebuah papan catur.

Sekarang, hampir setiap hari mereka bermain catur. RZA sendiri memberikan sabuk Hip-Hop Chess Federation, sebuah penghargaan yang mulai diadakan tahun lalu di San Fransisco. Ia juga mengundang para rapper dan ahli seni bela diri ambil bagian dalam turnamen itu.

Pada hari Senin (6/6/2008) lalu, ia mulai membuat WuChess (wuchesss.com), sebuah website yang bisa digunakan para penggemarnya bermain catur secara online. RZA mengatakan situs itu akan menggelar turnamen catur sekali dalam sebulan. Pemenang turnamen online ini akan mendapat kehormatan melawan dirinya.

“Sungguh. Manfaat yang anda dapat dari catur sangat baik karena setiap hari anda dipaksa terus berpikir,” kata RZA. “Hal ini secara khusus juga bermanfaat bagi para saudara kami yang tinggal di komunitas urban yang tak pernah melihat sisi lain, dan tak pernah mencoba berpikir dari sudut pandang lain.”

Selama beberapa tahun terakhir, kelompok rap Wu-Tang telah memasukkan permainan catur dalam lirik-lirik musiknya.

Pada tahun 2005, mereka menamai albumnya “Grandmaster.” Judul lagu-lagu yang direkam juga menunjukkan kecintaan RZA pada catur dengan memasukkan istilah-istilah utama dalam catur seperti: “Opening,” “Destruction of a Guard,” “Exploitation of Mistakes,” “General Principles,” “Advance Pawns,” “Queen’s Gambit,” “Unstoppable Threats,” “Unprotected Pieces” dan “Smothered Mate.”

Video lagu “General Principles” juga dimulai dengan sebuah permainan catur dengan bidak-bidak raksasa.

Sementara pada akhir lagu “Queen’s Gambit,” terjemahan bebas syair rap GZA berbunyi:

Saya ingin menjadi catur
Karena catur permainan liar, hanya ada kebenaran, sebagai hasil akhir
Sebuah hobi hebat, bermain catur
Papan, bidak-bidak, kolom, gerakan
Kau tahu, perang, menjebak, berpikir, strategi
Berencana, musik, inilah hip-hop, dan olahraga
Inilah hidup, inilah kenyataan

Dan, setelah 10 menit bermain di kamar hotelnya dan pertandingan menunjukkan akan berakhir draw, RZA mulai melakukan perlawanan keras. Namun tak lama kemudian Raja-nya mulai terkunci.

Lawan mainnya, kolumnis catur The New York Times, makin menekan RZA dengan menggunakan benteng ke bagian bawah papan, mendesak sebuah skak mat. RZA tertawa dan memberi kemenangan bagi lawannya, sebuah perang yang indah... (NYT/SM)

****

Kamis, 21 Februari 2008

Manusia Catur

Fischer menjadi detonator bagi ide-ide baru di dunia catur. Seorang revolusioner yang revolusinya sampai sekarang masih berlangsung.

Oleh: Garry Kasparov,
Majalah Time edisi 26 Januari 2008

Sulit dilukiskan secara pasti reaksi saya saat pertama kali mendengar nama Bobby Fischer. Namun namanya sudah saya dengar saat saya masih kecil. Ketika dia mengalahkan Boris Spassky dan merebut gelar juara dunia tahun 1972, saya masih seorang pecatur ingusan berumur 9 tahun di daerah asal saya, Baku, Uni Sovyet.

Saya memang mengikuti pertandingan yang berlangsung. Koran-koran mewartakan secara besar-besaran pertandingan itu, meski belakangan semua pembaca sadar juara dunia Sovyet akhirnya kalah. Buku Fischer berjudul ”My 60 Memorable Games” adalah salah satu buku catur pertama saya. Buku ini sendiri diterjemahkan dalam bahasa Rusia tanpa mengindahkan hak penulis akan royalti.

Pada tahun 1970-an, pelatih saya, Alexander Nikitin, membuat alur untuk menyusuri kemajuan catur saya ssmbil membuat sejumlah target yang harus saya capai. Elo rating di atas 2.500 adalah gelar grand master, elo rating 2.600 berarti saya masuk 10 besar dunia, sedangkan elo 2.700 artinya saya akan masuk ke lingkaran juara dunia. Dan di puncak itu semua adalah Bobby Fischer, dengan elo rating tertinggi 2.785.

Saya kemudian menjadi juara dunia pada tahun 1985. Tetapi visi Nikitin benar. Saya harus bekerja keras. Saya sendiri harus bermain selama empat tahun penuh untuk melewati elo rating yang dibuat Fischer.

Sikap Fischer di papan catur atau di luar permainan menunjukkan ia praktis tak memiliki lawan yang setara kuatnya.

Sebelum Fischer, tak seorang pun pecatur siap bermain mati-matian untuk setiap partai. Sebelumnya tak ada seorang pun yang mau menghabiskan waktunya di dekat jarum jam catur untuk mendorong catur ke sebuah tingkat yang sama sekali baru.

Namun Fischer melakukannya. Fischer menjadi detonator bagi ide-ide baru di dunia catur. Seorang revolusioner yang revolusinya sampai sekarang masih berlangsung.

Pada masa kejayaan Fischer, setiap turnamen ia menangkan semua. Di Pusat Klub Catur Moscow, para pemain catur top Rusia memerlukan berkumpul untuk menganalisa strategi Fischer saat mengalahkan pecatur top Rusia, Mark Taimanov.

Seseorang grand master memperkirakan semestinya Taimanov menang karena ia memiliki kekuatan di pergerakan ratu. Namun David Bronstein, seorang penantang juara dunia tahun 1951, membantahnya: “Ah, kita tidak tahu persis apa yang akan Fischer lakukan.”

Tak lama kemudian, lembaga olahraga Sovyet memanggil Taimanov dan para master catur lain untuk mendiskusikan ketidakmampuan Taimanov mengalahkan pecatur Amerika. Bagaimana ia bisa gagal? Apakah ia tak tahu dia seorang pecatur yang dipilih mewakili negara? Boris Spassky akhirnya angkat bicara: “Saat kita semua kalah dari Fischer, apakah kita juga akan menginterogasi Fischer kenapa dia bisa terus-menerus menang?”

Setelah Perang Dunia ke-II, Amerika tidak memiliki tradisi catur yang kuat. Di sana tradisi catur amat lemah, terbatas pada beberapa sekolah yang mendidik bakat-bakat muda. Sehingga bagi seorang pecatur Amerika, untuk mencapai level kejuaraan dunia di tahun 1950-an menunjukkan sebuah dedikasi pribadi yang luar biasa.

Kebangkitan Fischer mengatasi mesin catur Sovyet, yang berpuncak pada kemenangan Fischer atas Spassky di Reykjavic, Iceland, tahun 1972, tentunya membutuhkan upaya luar biasa besar.

Fischer sendiri memutuskan melepas gelar juara dunia caturnya tahun 1975. Pengunduran dirinya di masa lalu itu telah mempermalukan Uni Sovyet, yang saat itu diwakili oleh sosok Anatoly Karpov.

Akibat tindakan itu, Fischer mengalami isolasi dan kemurkaan. Fischer tak pernah bermain lagi hingga tahun 1992 saat mengalahkan kembali Spassky dalam pertandingan ulang yang diadakan secara rahasia. Setelah itu ia makin jarang bermain di depan publik.

Seperti telah mendapat restu dewa catur di pegunungan Olympus, ia tak lagi menemukan sebuah tujuan baru untuk melampiaskan kekuatan dan gairahnya pada catur.

Saya sering ditanya apakah saya pernah mendapat kesempatan bermain dengan Bobby Fischer. Jawabannya adalah tidak. Saya memang tidak pernah mendapat kesempatan itu.

Namun, meski ia kerap memandang saya sebagai bagian dari komplotan iblis kemapanan catur (FIDE) yang telah merampok gelarnya dan mencurangi dia, saya harus meminta maaf karena tak pernah punya kesempatan untuk menyampaikan ucapan terimakasih atas sumbangan pribadinya bagi olahraga catur.

Belakangan ini, banyak penulis mempersoalkan melenyapnya Fischer dan mentalnya yang labil. Beberapa menyalahkan dia atas keputusan menolak mempertahankan gelar juara dunianya, dengan menyebutnya sebagai sebuah tindakan blunder yang bodoh. Penekanan terlalu kuat terhadap orang yang pernah berada di puncak, selalu mengundang resiko.

Saya sendiri lebih suka mengenang sumbangan dan pencapaian globalnya ketimbang menelisik tragedi kehidupan pribadinya. Adalah sebuah keadilan bahwa Fischer menghabiskan hari-hari terakhir kehidupannya di Iceland, tempat bersejarah yang membuatnya menjadi pecatur terbesar dunia. Di sana ia akan selalu mengenang dan mencintai jalan terbaik yang pernah ia pilih: menjadi seorang pemain catur...

Gary Kasparov, penulis buku “How Life Imitates Chess,” peringkat pertama catur sejak tahun 1985 sampai mengundurkan diri tahun 2005.

Selasa, 19 Februari 2008

Obituari Bobby Fischer














Bobby Fischer, seorang pecatur antikemapanan, meninggal 17 Januari lalu, dalam usia 64 tahun.

The Economist

edisi 24 Januari 2008

Banyak orang datang untuk bertemu Bobby Fischer. Dan dia selalu siap menemui mereka. Dalam kopernya ia selalu menyimpan botol-botol berisi pil vitamin, obat herbal dan sebotol jus jeruk besar. Itu ia lakukan dalam upaya mengusir racun makanan yang biasa ia santap.

Benda-benda kenangan bersejarah miliknya –notasi pertandingan, album foto, surat dari Presiden Nixon—tersimpan aman di belakang laci penyimpanan yang memiliki dua kombinasi 10 angka di ruang khusus penyimpanan Pasadena, California.

Pada akhirnya, seperti yang ia ungkapkan saat menjadi host bincang-bincang radio di Hungaria dan Filipina, hal itu tak bisa menyelamatkan rahasianya dari Rusia, kaum Yahudi, atau “mata-mata CIA yang bekerja untuk Yahudi.” Namun, setidaknya, ia sudah mencoba.

Ia juga pernah mencoba berhenti main catur. Sebelum mendapat gelar juara dunia setelah menumbangkan Boris Spassky di Reykjavik tahun 1972, ia sempat menepis kamera TV dengan tangannya. Ia merasa sorot kamera itu terlalu terang, membuat pantulan cahaya di papan catur.

Fischer terus menolak dokumentasi TV sampai ia berhasil memenangkan pertandingan pertama dari tujuh kemenangan berturut-turutnya di hadapan penonton. Pada babak ketiga ia juga sempat mendesak menggunakan ruangan kecil, di mana ia bisa berpikir lebih tenang.

Ia memang selalu bermain bagus dalam suasana suram. Dalam pertandingan bersejarah itu, ia seperti mengalami kelahiran baru di alam semesta: ruang kaca Marshall Chess Club di New York City, ketika seorang bocah kabur dari sekolah untuk menghabiskan paginya membaca buku catur lama yang memuat pertandingan abad 19. Pada sebuah meja di Perpustakaan Umum New York, Fischer biasa tenggelam berjam-jam mendalami sejarah, pembukaan dan strategi catur.

Atau, saat ia berjalan-jalan ke rumah kerabat di kawasan Broklyn, tempat ibu dan saudara perempuannya tinggal, ia akan menyusun papan catur di samping kasur, hingga lupa matahari sudah lama tenggelam saat ia asyik melawan dirinya sendiri.

Jika anda bisa melihat ke dalam otaknya, seperti juga harapan lawan-lawan bermainnya, anda akan menemukan keutamaan penyerangan dan bertahan setiap saat ia melangkah. Mungkin, lewat sebuah gerakan langsung benteng atau manuver gajah/patih. Atau kombinasi keduanya seperti pembukaan favoritnya, pembukaan Ruy Lopez.

Atau melalui bayang-bayang ratu untuk melindungi setiap gerak pion dalam versi “beracun” Sisilia, atau ribuan varian lainnya. Di Reykjavik, saat Boris Spassky yang mendapat nasihat dari 35 grand master Rusia, Fischer hanya mengandalkan sebuah buku catatan dan tak memiliki penasehat ahli. Ia cuma bermodal tampang sedih serta kecerdasan pikiran. Dan, ia menang.

Kemenangan itu membuatnya menjadi pahlawan pada era perang dingin. Ia mewakili seorang pecatur individual kaya trik saat berhadapan dengan pecatur yang menjadi mesin kenegaraan. Dan Amerika berhasil mempermalukan Uni Sovyet dalam permainan favorit bangsa itu.

Permainan Fischer memang elegan dan kejeniusan sudah nampak pada masa mudanya: ia meraih gelar grand master pada usia 15 tahun dan 20 kali menang berturut-turut di tingkat kejuaraan dunia 1968-1971. Namun Fischer tetap saja seorang pecatur tampan yang antikemapanan.

Tujuan utamanya bermain catur, seperti sering Fischer ungkapkan, tidak hanya untuk memenangkan pertandingan. Tapi juga untuk menghancurkan pikiran lawan sebelum pikiran lawannya sempat menggeliat. Tujuan lainnya, dalam gaya hidup kapitalis, adalah untuk menjadi kaya raya.

Atas desakan Fischer pula, hadiah uang di kejuaraan dunia catur bertambah dari 1.400 $US menjadi 250.000 $US. Saat melakukan pertandingan ulang dengan Boris Spassky tahun 1992, yang juga ia menangkan, Fischer bisa mengantungi uang hingga 3,5 juta $US. Di beberapa turnamen catur sesudahnya, termasuk di Qatar atau Cesar Palace, ia juga menerima uang penampilan saat penonton melihat permainannya.

Mengikuti turnamen catur adalah cara Fischer. Apalagi setelah pada tahun 1975 ia menolak bertanding sehingga gelar juara dunia caturnya dicopot. Belakangan ia banyak membuat pernyataan kontroversial sehingga menambah deretan musuh baru baginya. Sampai-sampai menjelang akhir hidupnya, hanya pulau Islandia --yang terkenal dingin-- yang masih mau menerima kehadirannya.

Apa yang menjadi kesalahan utama Bobby Fischer sampai sekarang masih menjadi perdebatan. Kombinasi kecerdasan dan disfungsi sosial pada masa kanak-kanak sempat membuat ia diduga menderita autis. Namun ia tumbuh seperti anak normal lainnya: menikmati komik Superman dan sering menonton pertandingan hockey.

Ia tumbuh di era tahun 1960 saat Gereja Tuhan Sedunia berkembang. Dari sini pula barangkali ia belajar membenci dan menolak kaum Yahudi, meski ia sendiri keturunan Yahudi. Ibu kandungnya keturunan Yahudi totok. Ibunya sempat membawa dia ke psikolog karena dianggap memiliki kelainan akibat perhatiannya pada catur, sampai-sampai Fischer selalu membawa papan catur ukuran saku di kantungnya saat makan malam keluarga.

Kemungkinan lain –seperti pernah disampaikan beberapa orang— ia gusar saat melihat sambutan dingin pemerintah Amerka ketika ia mengalahkan Spassky kedua kalinya dalam sebuah pertandingan ulang tahun 1992. Padahal ia harus bermain diam-diam alias penuh kerahasiaan di bekas negara Yugoslavia.

Fisecher pernah menyatakan pemerintah Amerika ”bertanggungjawab” bila ia mati. Ia juga menyebut serangan teroris tahun 2001 ke World Trade Center sebagai ”kabar bagus.” Setelah semua jasa-jasanya di dunia catur, untuk pertama kalinya, air dingin, bak menyapu jejak-jejak kebaikannya yang tertera di atas pasir.

Barangkali, pada akhirnya, kesulitan-kesulitan itu muncul karena: catur itu --seperti sering ia ungkapkan-- adalah kehidupan. Tidak yang lain.

Fischer memang tidak terlalu bagus untuk hal lain. Tidak pada saat ia duduk di bangku sekolah, tidak juga saat ia mengerjakan profesi lain. Ia juga tak pernah menikah. Ia hanya menaruh perhatian serius setiap menit hidupnya pada keberadaan 32 buah bidak catur di 64 kotak hitam-putih. Ia bermimpi memiliki sebuah rumah di kawasan Beverly Hills yang dibangunnya dari hasil memindahkan sebuah benteng.

Tanpa manafikan latar belakang ini, ia tetap salah satu pecatur dunia paling kreatif. Tak seorang pun bakal melupakan permainan caturnya yang mengambarkan taktik jenialnya.

Kebanyakan kejuaraan dunia sekarang, klaim Fischer, merupakan hasil penataan baru, membuktikan bahwa ”catur tua” sudah mati. Semua permainan tingkat tinggi kini mengarah ke hakekat catur.

Ia memperkenalkan sebuah versi baru, Fischer Random, saat buah hitam memiliki kans menang walau tertinggal satu langkah dari putih. Ya, garis itu kembali dihidupkan Fischer sekaligus mengingatkan aturan klasik catur: menyerang, bertahan, memakan, dan melakukan pengorbanan.

Kemenangan catur pada akhirnya adalah akumulasi seluruh upaya yang telah dikeluarkan. Dari sisi ini, dan dari peperangan yang ia kobarkan, Fischer tak pernah berusaha lari.

****

Rabu, 13 Februari 2008

A. Timofeev Juarai Moscow Open 2008

Setelah babak ke-8 dari sembilan partai turnamen Grand Master (GM) Rusia, Ernesto Inarkiev, memimpin, dengan kemenangan 7 kali berturut-turut! Setengah poin (0,5) di belakangnya ada Artyom Timofeev dan Alexander Lastin.

Perubahan mendadak justru terjadi pada partai terakhir saat Inarkiev melawan Timofeev, Minggu (10/2/2008). Partai terakhir ini merupakan pertarungan alot dan menghabiskan 117 langkah, yang akhirnya membuat Timofeev-lah yang memenangkan pertarungan tersebut.

Festival Catur Moscow Terbuka ke-4 mengambil tempat di Russian State Social University sejak tanggal 2-10 Februari 2008. Turnamen ini terbagi dalam empat kelas, Open A. Turnamen B, Wanita Terbuka dan turnamen catur anak-anak..Setiap turnamen menggunakan sistem Swiss 9 partai. Total hadiah yang disediakan mencapai 5.000.000 rubel (Rp 45 milyar).

Setelah delapan babak, GM Ernesto Inakiev memimpin 0,5 poin. Kekalahannya hanya terjadi pada partai pertama saat melawan Master Fide (MF). Tapi ia kemudian memenangkan 7 partai langsung.

Berikut adalah contoh permainan yang amat menghibur saat Inakiev melawan M Kazhgaleyev di babak keenam tanggal 7 Februari.Sekedar catatan kode notasi diambil sesuai aslinya, K= Raja, Q= Ratu, R=Benteng, B=Patih, N= Kuda.

E. Inarkiev (2681) putih vs M. Kazhgaleyev(2594) hitam

1.e4 e5 2.Nf3 Nc6 3.Bb5 a6 4.Ba4 d6 5.0-0 Bd7 6.c3 g6 7.d4 Bg7 8.Re1 b5 9.Bb3 Nf6 10.Nbd2 0-0 11.h3 Re8 12.a3 h6 13.Bc2 Nh5 14.Nf1 Nf4 15.Bxf4 exf4 16.Qd2 g5 17.Rad1 Qe7 18.Qd3 Kf8 19.Bb3 Rad8 20.Ba2 Qf6 21.N3h2 h5 22.Qf3 Qh6 23.g4 hxg4 24.Nxg4 Qg6 25.Nfh2 Ne7 26.Qg2 Bc6 27.d5 Bd7 28.Nf3 Qh5 29.e5 dxe5 30.Ngxe5 Bxe5 31.Nxe5 Bxh3 32.Qh1 Nf5 33.Rd3 g4 34.Qe4 f6 35.d6 Rxe5 36.dxc7 Rde8 37.Qb4+ Ne7 38.Red1

38...Bg2 39.Kxg2 f3+ 40.Kg3 Rf5?? Hitam akan mati dalam tujuh langkah: 40...Qh3+ 41.Kf4 Qh2+ 42.Kxg4 Qg2+ 43.Kf4 Rf5+ 44.Ke4 Qg4+ 45.Ke3 Qg5+ 46.Kd4 Qf4#.

41.Qxe7+ Kxe7 42.Rd7+ Kf8 43.Rh1 Qxh1 44.Rf7+ Kg8 45.Re7+ Kh8 46.Rxe8+ Kg7 47.Rg8+ Kh7 48.Rh8+ Kxh8 49.c8Q+ Kg7 50.Qg8+ 1-0.

E Inakiev menang dan memimpin turnamen dengan 0,5 poin dari GM Artyom Timofeev (2664) dan Alexander Lastin (2604) , keduanya berasal dari Rusia.

Namun perubahan mendadak, justru terjadi pada partai terakhir, partai yang amat menentukan.

A. Timofeev (2664) putih - E. Inarkiev (2681) hitam

1.e4 e5 2.Nf3 Nc6 3.Bb5 a6 4.Ba4 Nf6 5.0-0 Be7 6.Re1 b5 7.Bb3 0-0 8.h3 Bb7 9.d3 d6 10.c3 Na5 11.Bc2 c5 12.Nbd2 Re8 13.Nf1 Bf8 14.Bg5 h6 15.Bh4 Be7 16.Ne3 g6 17.Nh2 Nc6 18.Bb3 Nh7 19.Bxe7 Nxe7 20.Neg4 Kg7 21.Qd2 Ng8 22.Ne3 Ngf6 23.Rad1 h5 24.Nf3 Bc8 25.Nf1 Ra7 26.Bc2 d5 27.exd5 Qxd5 28.Bb3 Qd6 29.d4 exd4 30.Rxe8 Nxe8 31.cxd4 c4 32.Bc2 Nhf6 33.Ne5 Re7 34.Qg5 Nh7 35.Qg3 Qf6 36.Ne3 h4 37.Qh2 Qd6 38.Qf4 Qf6 39.Qh2 Qd6 40.b3 c3 41.Qf4 Qf6 42.Qe4 Bb7 43.Qd3 b4 44.N3g4 Qf4 45.Qc4 Nhf6 46.Qxb4 Nxg4 47.Nxg4 Rc7 48.Qa5 Nf6 49.Nxf6 Kxf6 50.d5 Qe5 51.Qb6+ Kg7 52.Qd4 Qxd4 53.Rxd4 Kf6 54.d6 Rd7 55.Rc4 Rxd6 56.Rxc3 Rd2 57.Kf1 Rd7 58.Rc4 Kg5 59.Rg4+ Kh5 60.a4 f5 61.Rc4 Bd5 62.Rc3 Kg5 63.g3 hxg3 64.fxg3 Bf7 65.Ke2 Rb7 66.Kd2 Bd5 67.Bd1 Rb4 68.Rc5

68...Bxb3 69.Kc3 Bxa4 70.h4+ Kh6 71.Kxb4 Bxd1 72.Kc3 Bf3 73.Kd2 Kh5 74.Ke3 Kg4 75.Kf2 Be4 76.Rc4 g5 77.hxg5 Kxg5 78.Rc7

Sekarang secara teoritis Hitam bisa melakukan remis (draw), 78...f4 dan Hitam tak bisa menggerakan posisi bidaknya. Setelah 79.gxf4+ Kxf4 80.Ra7 Ke4 81.Rxa6 Putih tak akan bisa menang hanya dengan mengandalkan benteng ( R ) dan patih (B) . Sementara Inarkiev meninggalkan bidak di samping raja yang sudah dikuasai Timofeev. 78...Kf6? 79.Ra7 Bd3 80.Ke3 Bf1 81.Kf4 Ke6 82.Ra8 Bb5 83.Rb8 Bd3 84.Rb3 Bc4 85.Re3+ Kd6 86.Kxf5 Kc5

Sekarang Timofeev kehilangan peluang untuk menang mudah: 87.Rc3! Putih akan memperoleh patih dan memenangkan posisi bidak untuk promosi.: 87...Kd4 88.Rxc4+ Kxc4 89.g4 a5 90.g5 a4 91.g6 a3 92.g7 a2 93.g8Q+ (ya, dengan skak, Raja hitam akan terpojok di c4. 87.Re8 dan sekarang Timofeev memperoleh kesempatan menang secara gemilang. 87...a5 88.Ra8 Kb4 89.Ke5 a4 90.Kd4 Be2 91.Ke3 Bb5 92.Kd2 a3 93.Kc2 Bd7 94.Kb1 Be6 95.Re8 Bd7 96.Re4+ Kc5 97.Ka2 Kd5 98.Re3 Kd4 99.Re7 Bf5 100.Kxa3 Kd5 101.Kb4 Be6 102.Kc3 Ke5 103.Kd3 Kf6 104.Ra7 Kg5 105.Ke3 Kf5 106.Kf3 Bd5+ 107.Kf2 Be6 108.Ra5+ Kg4 109.Rc5 Bb3 110.Re5 Bg8 111.Re4+ Kg5 112.g4 Kh4 113.Ke3 Kg5 114.Rd4 Be6 115.Kf3 Kh4 116.Kf4 Bxg4

117.Rd8. Saat ini secara teoritis patih dan benteng tidak akan berakhir dengan sebuah permainan draw sejak Hitam kehilangan patih melalui gerakan: 117...Kh5 118.Rh8+ Kg6 119.Kxg4 or 117...Be2 118.Rh8+ Bh5 119.Rh7 Kh3 120.Rxh5+. 1-0

Dengan kemenangan ini, Inarkiev menghentikan permainan Timofeev dan mendapat gelar juara turnamen.

Maka Artyom Timofeev memenangkan turnamen Open A dengan poin 7.5/9, setengah poin di depan perolehan nilai sembilan GM lain yang rata-rata hanya mendapat 7 poin.

Di bawah ini skor perolehan Open A (final).

Nama Negara Rtg Pts. TB1 TB2 TB3

1 GM Timofeev Artyom RUS 2664 7.5 38.0 6 50.0

2 GM Riazantsev Alexander RUS 2628 7.0 37.5 6 49.5

3 GM Volkov Sergey RUS 2623 7.0 37.5 5 47.5

4 GM Efimenko Zahar UKR 2638 7.0 37.0 6 47.5

5 GM Lastin Alexander RUS 2604 7.0 37.0 5 47.0

6 GM Jobava Baadur GEO 2643 7.0 36.5 5 46.5

7 GM Inarkiev Ernesto RUS 2681 7.0 35.0 7 47.0

8 GM Kazhgaleyev Murtas KAZ 2594 7.0 34.5 6 41.0

9 GM Moiseenko Alexander UKR 2643 7.0 34.5 5 45.0

10 GM Kurnosov Igor RUS 2577 7.0 32.5 6 40.5

11 GM Motylev Alexander RUS 2644 6.5 34.5 4 46.0

12 GM Naiditsch Arkadij GER 2638 6.5 34.0 5 44.0

13 GM Kobalia Mikhail RUS 2623 6.5 33.5 5 46.5

14 GM Korobov Anton UKR 2573 6.5 33.5 4 44.5

15 GM Potkin Vladimir RUS 2609 6.5 33.5 4 43.5

16 GM Khairullin Ildar RUS 2544 6.5 32.0 5 42.0

17 FM Zabotin Alexander RUS 2495 6.5 32.0 4 42.0

18 GM Malakhov Vladimir RUS 2689 6.5 31.5 5 43.0

19 GM A. Alexander UKR 2645 6.5 31.0 6 43.0

20 GM Aleksandrov Aleksej BLR 2618 6.5 30.5 4 42.5

21 GM Rodshtein Maxim ISR 2614 6.5 27.5 5 37.0

****

Sabtu, 02 Februari 2008

Juara Catur Baru Kuba: Yuniesky Quesada

Yuniesky Quesada, Kamis (31/1/2008) malam, tak mensia-siakan kesempatan emas. Mendapat gelar Grand Master dari FIDE Santiago, mengalahkan Master FIDE Lelys Martínez (2.445), dan menjadi Juara Catur Kuba yang baru.

Pemuda dari provinsi Villa Clara ini mengalahkan lawan terakhirnya setelah langkah ke-60 Pertahanan Sisilia dan mengamankan satu tempat untuk dirinya di tim catur Kuba untuk mengikuti Olimpiade Catur bulan November depan.

Quesada menggunakan metode tradisional: bermain bertahan saat memegang buah hitam dan saat memegang buah putih tak memberi kesempatan lawan untuk menang.

Itu yang terjadi pada Rabu malam. Saat memegang buah hitam ia memilih draw (remis) dengan MF Lely Martinez, namun memukul lawannya sehari kemudian melalui 60 langkah Pertahanan Sisilia.

Raja catur baru kuba ini tidak sempat bermain dengan bekas juara dunia GM Lázaro Bruzón (2607) setelah ia kalah di semifinal melawan Lelys. Namun kemenangannya ini tetap saja penting.

Quesada kini berada di rangking ketiga nasional dengan elo rating 2.590. Ia mengatakan kini tengah mempersiapkan dirinya mengikuti turnamen besar tahun ini, seperti Capablanca In Memoriam Tournament in Havana dan World Chess Team Olympiad di Jerman.

Di semifinal, Quesada menyisihkan GM Holden Hernandez sementara MF Lely Martinez secara mengejutkan menyingkirkan juara bertahan GM Lazaro Bruzon. ***

Senin, 28 Januari 2008

Bila Karl Marx Bermain Catur

Karl Marx adalah salah seorang tokoh pencinta catur. Setelah pengarang buku Das Kapital ini wafat, kawan dekatnya Wilhelm Liebknecht mengambarkan betapa kecewanya Marx setiap kali ia kalah (W. Liebknecht: Karl Marx zum Gedaechtnis).

Di London, saat Karl Marx dan pelarian politik lainnya berkumpul sekitar tahun 1850, Marx mengumumkan telah menemukan sebuah langkah pembukaan catur baru yang membuatnya yakin bisa mengalahkan lawan-lawannya. Marx tidak tengah sesumbar. Ia terbukti terus mengalahkan lawan-lawannya.

Kemenangan Marx itu terus berlangsung sampai Liebknecht berhasil menemukan pertahanan baru dan akhirnya mengalahkan Marx. Marx jelas tak puas. Ia menantang pertandingan ulang pada esok pagi di rumahnya sendiri.

Ketika Liebknecht tiba esok paginya, istri Marx tengah beristirahat dan seorang pembantunya, Lencen, langsung menatapnya dengan sorot mata tak bersahabat. Marx sendiri sudah siap di depan papan catur. Nampaknya sepanjang malam ia telah berlatih dan telah menemukan langkah baru. Marx berhasil menang di babak pertama hingga semangatnya ikut terkerek. Ia lalu menyantap sandwich. Namun pertandingan berikutnya dimenangkan Liebknecht.

Kedua sahabat ini terus bermain hingga tengah malam. Sampai saat pembantu rumah Marx menyela seraya mengatakan pertandingan itu sudah cukup sampai di situ.

Keesokan paginya, pembantu Marx, Lencen, datang ke rumah Liebknecht sambil membawa pesan dari istri Karl Marx. Istri Marx memohon agar ia berhenti mengajak suaminya bermain catur hingga larut malam.

Salah satu permainan Marx yang terekam di buku literatur catur klasik adalah pertemuannya dengan Meyer. Saat itu Karl Marx memegang buah putih. Sekedar catatan, kode notasi ini diambil sesuai aslinya, K= Raja, Q= Ratu, R=Benteng, B=Patih, N= Kuda.

Karl Marx (putih) Vs Meyer (hitam).

1. e2-e4 e7-e5 2. f2-f4 e5xf4 3.Ng1-f3 g7-g5 4. Bf1-c4 g5-g4 5. 0-0. Pada masa itu pembukaan Muzio Gambit sangat terkenal.

5...g4xf3 6. Qd1xf3 Qd8-f6 7. e4-e5 Qf6xe5 8. d2-d3 Bf8-h6 9. Nb1-c3 Ng8-e7 10. Bc1-d2 Nb8-c6 11. Ra1-e1 Qe5-f5. Langkah ini dimainkan pertama kali oleh Kolisch-L. Paulsen, di London, 1861.

12. Nc3-d5 Ke8-d8 13. Bd2-c3. Langkah ini pernah dicoba Chigorin dan terbukti berhasil. 13. Qe2 merupakan langkah yang sebaiknya diambil hitam.

13...Rh8-g8 14. Bc3-f6 Lebih baik jika putih mengambil langkah 14. Rxe7, seperti pertandingan Mackenzie-N.N. di New York tahun 1883.

14...Bh6-g5 15. Bf6xg5 Qf5xg5 16. Nd5xf4 Nc6-e5

Sesudah 16...Nd4 17. Qf2-Ne6 Putih tidak akan memiliki buah yang cukup.

17. Qf3-e4 d7-d6 18. h2-h4 Qg5-g4 Seharusnya 18...Qg7 agar lebih kuat

19. Bc4xf7 Rg8-f8 20. Bf7-h5 Qg4-g7 21. d3-d4 Ne5-c6 22. c2-c3 a7-a5 23. Nf4-e6+ Bc8xe6 24. Rf1xf8+ Qg7xf8 25. Qe4xe6 Ra8-a6 26. Re1-f1 Qf8-g7 27. Bh5- g4 Nc6-b8 28. Rf1-f7 Hitam menyerah.

Terlepas dari kemenangannya, permainan Marx agak tidak materialistik, karena melakukan pengorbanan bidak setelah melakukan pembukaan catur modern.

Permainan Marx memang bukan tanpa kesalahan, tapi Karl Marx tetap mengendalikan permainan dan serangan. (Hans Ree, “NRC-Handelsblad" edisi 1 April 2000). ***

Senin, 21 Januari 2008

Bobby Fischer Wafat

Bobby Fischer, mantan juara dunia yang menumbangkan juara dunia catur asal Rusia Boris Spassky dalam pertarungan klasik di Era Perang Dinggin, wafat pekan lalu.

Anak ajaib yang sempat disebut sebagai Mozart catur ini, merupakan salah satu pemain terbesar dalam sejarah. Walau demikian prasangka anti-Semit membuat ia tenggelam beberapa tahun terakhir.

Fischer (64) mengalami gagal ginjal pada hari Kamis (19/1/2008) waktu setempat. Ia meninggal di rumahnya di Reykjavik, Iceland, tempat ia menghabiskan waktu selama 15 tahun terakhir.

Joseph Virovatz (85), adalah kawan akrab Bobby Fischer sejak tahun 1960-an. Joseph adalah salah satu korban pembantaian Yahudi oleh Hitler (holocaust) yang selamat. Dan ia masih mengingat, pada suatu hari di tahun 1961 ketika ia, Fischer dan Pal Benko, berkumpul di apartemen Benko.

“Hari itu sangat indah, matahari bersinar cerah di luar sana, namun Booby memilih duduk di tempat teduh seraya melontarkan pandangan ke arah Barat. Ia memang menyukai Barat, “ kenang Vitovatz saat ditemui The New York Times di toko caturnya, Village Chess Shop. Di tempat Virovatz masih berlatih catur cepat.

“Ia selalu ingin menjadi juara dunia catur, namun gagal,” tuturnya.

Tiga sahabat karib itu biasa menghabiskan petang bersama-sama. Sering kali, mereka makan di restoran Hungaria di pinggir jalan Second Avenue, Brooklyn, New York, Amerika Serikat. Salah satu tempat yang kerap mereka kunjungi lainnya adalah Restoran Tip Top.

Saat makan bersama, Fischer tak hanya bicara soal catur, tapi juga hal lainnya. Misalnya buku yang baru ia baca dari koleksi komiknya, yang salah satunya adalah edisi pertama komik Superman.

Selain menghabiskan waktu dengan teman-temannya, Fischer juga kerap menghabiskan waktunya di Perpustakaan Umum New York. “Dia bisa menghabiskan waktu 12-14 jam untuk mempelajari permainan master-master tua catur pada periode 1850-an,” kata Virovatz.

Meski lahir di Chicago, Fischer belajar di Brooklyn dan menjadi seorang bintang di Manhattan. Ia biasa bermain di Washington Square Park dan Klub Catur Manhattan. Fischer pun menjadi anggota termuda klub catur itu ketika bergabung pertama kali pada usia 12 tahun di bulan Juni 1955. Klub itu tetap eksis di Manhattan sebelum akhirnya ditutup tahun 2002.

Di klub catur itu pula Fischer memulai debutnya dengan mengalahkan 12 pecatur senior yang melawannya secara bersamaan di klub itu.

Empat tahun kemudian Fischer masuk ke dalam sebuah kelompok yang menantang seorang master catur di sebuah pertandingan yang digelar di Perpustakaan Umum Brooklyn, Plaza Grand Army.

Setelah dikalahkan master itu dalam tempo kurang dari 15 menit, Fischer menangis tersedu-sedu. Tapi ia mendapat selamat dari Carmine Nigro, Ketua Klub Catur dan Pecatur Brooklyn.

Nigro pula menjadi kelak menjadi pelatih Fischer. Dengan bantuan Nigro, Fischer bisa menonton pertandingan antara pecatur Uni Sovyet dan Amerika Serikat yang digelar di Hotel Roosevelt Manhattan pada bulan Juni 1954.

Pada saat yang sama, ibu Fischer makin prihatin melihat obsesi anaknya pada catur. Ia malah pernah membawa anaknya menemui psikiater di Rumah sakit Brooklyn Jewish, dan sang dokter menyatakan rohani Fischer tak kurang satu apa.

Fischer lalu sekolah di SMA Hall Flatbush Avenue, yang kemudian membuat dia berkawan dengan Barbera Streisand. Tapi Fischer tak menyelesaikan pendidikan SMA-nya karena seluruh perhatiannya tertuju pada catur.

Selebihnya adalah sejarah. Dan kemarin, maestro catur itu telah berpulang….